LARANTUKA, SULUH NUSA – MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka melakukan kampanye terkait pentingnya pangan lokal untuk melawan stunting.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Poskesdes Lamabayung, Rabu, 15 Maret 2023 bertepatan dengan kegiatan Posyandu Bayi dan Balita Desa Lamabayung Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur.
Pangan lokal yang dimaksud adalah daun kelor dan Sorgum.
Perwakilan mahasiswa KKN IKTL, Noorezky Pelaka Tada menyampaikan bahwa Desa Lamabayung merupakan salah satu desa di Flores Timur yang memiliki angka stunting terbesar karena berdasarkan data posyandu bulan lalu jumlah anak stunting sebanyak 23 orang.
Rezky sapaan akrabnya juga menyampaikan bahwa untuk melakukan aksi gempur stunting dibutuhkan kerja kolektive baik dari pemerintah, Tenaga Kesehatan, dan Masyarakat.
Salah satu jurus jitu untuk gempur stunting adalah konsumsi SOLOR (Sorgum dan Kelor).
“Dengan kelor kami akan membuat produk makanan/minuman seperti Puding Kelor, Bubur Kelor, Bubuk Kelor dan Teh Kelor sedangkan Sorgum akan diolah menjadi Bubur Sorgum, Sereal Sorgum, Kue Sorgum dan produk lainnya”, ungkap Rezky.
Di Desa Lamabayung terdapat banyak pohon kelor yang bisa diolah menjadi beragam makanan/minuman, seperti Puding Kelor, bubur bubuk kelor, teh kelor dan lain lain sedangkan untuk tanaman sorgum masih jarang di dapatkan di desa ini.
“Harapannya mungkin warga di sini bisa menanam sorgum guna untuk mengatasi stunting”, tuturnya.
Pada kesempatan ini juga kami mahasiswa KKN akan membagikan cemilan sehat berbahan dasar kelor yakni puding kelor, sedangkan pembagian sereal yang berbahan dasar sorgum dilakukan 16 Maret 2023.
Stik Kelor dan Kripik Ubi Ungu Made by Difabel Yang Higienis Dari Mingar
Rencananya Mahasiswa KKN akan menggandeng Masyarakat Desa Lamabayung khususnya Ibu-Ibu Kader Posyandu/OMK/Karangtaruna untuk kita sama-sama membuat bahan makanan dan minuman yang berbahan dasar kelor dan sorgun. Itu semua demi mencapai Desa Lamabayung bebas Stunting.+++R.Crowerian
