Dampak Dari Aksi Best Practice Dalam Upaya Meningkatkan Proses Pembelajaran Yang Berkualitas Dengan Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Best Practice

Benediktus Bereng Lanan, S.Pd

Guru Bahasa InggrisSMPN Panca Marga Kolimasang –Kabupaten Flores Timur


SULUH NUSA, Kemampuan publik speaking merupakan salah satu ketrampilan yang harus dimiliki siswa-siswi teristimewa siswa-siswi pada Sekolah Menengah Tingkat Pertama.

 

Namun pada kenyataan, publik speaking menjadi sesuatu yang sangat sulit dipelajari oleh siswa-siswi pada Sekolah Menengah Tingkat Pertama. Oleh karena itu sebagai seorang guru Bahasa Inggris, diharapkan mampu menemukan cara yang ampuh untuk melatih ketrampilan berbicara siswa-siswi dalam Bahasa Inggris melalui praktik dalam proses pembelajaran. Sebagai seorang guru di zaman 4.0, dituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran sebagai salah satu hasil dari best practice.

 

Kita tidak bisa memungkiri bahwa, per hari ini, banyak guru yang belum mampu menghasilkan sebuah best practice dalam pengalaman pembelajarannya. Sehingga sebuah hasil best practice semestinya dibagi sebagai salah sumber informasi bagi guru-guru lain yang memiliki persoalan yang sama dalam pengalaman pembelajarannya. Selain itu, ruang berbagi ini sebagai salah satu ruang feedback anta semua guru demi sebuah perbaikan pembalajaran yang lebih berkualitas.

 

Oleh karena itu, sebuah hasil best practice diharapkan mampu menghasilkan media pembelajaran yang menarik, metode yang baik dan menemukan cara dan strategi yang tepat untuk meningkatkan ketrampilan berbicara dan mendengarkan siswa dalam bahasa inggris

 

Dalam proses menghasilkan sebuah best practice tentu ada tantangan-tantangan yang dihadapi oleh seorang guru. Rasa percaya diri siswa-siswi yang rendah menjadi salah satu tantangan yang menyebabkan siswa-siswi sulit mengasah ketrampilannya berbicara dalam Bahasa inggris. Selain itu, suasana pembelajaran yang yang berpusat pada guru menjadi salah satu kendala siswa kurang antusias dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, ruang pembiasaan yang menarik dalam proses pembelajaran mesti dirancang semenarik mungkin sehingga menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan berkualitas.

 

Untuk menghasilkan sebuah proses pembelajaran yang berkualitas, seorang guru memerlukan ketersediaan fasilitas yang memadai seperti jaringan internet di sekolah, LCD, proyektor, ruang kelas yang kondusif seperti jauh dari keramaian menjadi salah satu factor pendukung dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran yang lebih baik.

 

Saat ini, sebagai sebuah institusi, sekolah mesti menemukan strategi yang tepat untuk memperbaiki proses pembelajaran di sebuah sekolah. Sudah saatnya sekolah menyediakan jaringan internet yang memadai. Guru dan siswa dapat memiliki kemudahan mengakses informasi atau hal-hal yang berkaitan dengan materi dalam setiap proses pembelajaran. Dengan demikian, prose pembalajaran tidak berpusat pada guru. Melainkan melibatkan siswa-siswi untuk berusaha sendiri dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan suap bersaing dengan orang lain.

 

Jika demikian, sekolah akan tumbuh menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan berkualitas. Ssiswa-siswi merasa rindu untuk selalu datang ke sekolah. Karena mereka merasa sangat nyaman dan menemukan hal baru dalam proses pembelajaran. Sebagai seorang guru pun, merasa ditantang untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan sekolah sebagai salah satu upaya meningkatkan profesionalisme.

 

Guru juga akan memiliki kemauan untuk mengasah kemampuan dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian prose pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi guru dan siswa-siswi. Teristimewa melatih ketampilan berbicara siswa-siswi dalam Bahasa Inggris.

 

Dampak dari aksi yang dilakukan adalah siswa-siswi tersebut merasa diakui dihadapan umum atau dengan kata lain sebagai guru harus membekali murid keterampilan sesuai kemampuannya, rujukan ini sejalan dengan filosofi Kihajar Dewantara, bahwa kita sebagai guru harus membekali keterampilan kepada siswa sesuai zamannya. Agar mereka bisa hidup, berkarya dan menyesuaikan diri.

 

Hasil dari usaha yang dilakukan ternyata efektif, karena setelah melakukan langkah tersebut diatas ternyata ada beberapa perubahan mendasar pada murid tersebut secara khusus dan pada murid lainya secara umum, karena dengan mendepankan emosional personal mereka cenderung emrasa dihargai oleh manusia lain diantaranya oleh guru dan rekan siswa-siswi lainnya di sekolah secara khusus.+++

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *