Sahabat Palsu

Sapamu itu indah,
Harumi pagiku,
Teduhkan jiwaku,
Yang jengah dan kadang marah,

Puisimu seperti fajar pagi,
Yang beruntai roncean melati,
Indah, suci dan wangi,
Semerbak taman bunga,

Itu yang telah ku ukir di prasasti hatiku,

Dan kini,
Ukiran mengusang dan tertutupi debu,
Debu-debu hatimu kala sapa tulusku kau ludahi denga prasangka,

Itukah keindahanmu,
Itukah keteduhanmu,
Yang kau jadikan tirai sahabat,
Yang kau buat jadi topeng lembutmu,

Dan ternyata,
Kau tak pernah mengenaliku,
Tak pernah jadi sahabatku,
Kau hanya sahabat palsuku,
Dengan kata manis puisimu,

Restu Hati
GC, 13 April 14

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *