SULUH NUSA, LEMBATA – Hajatan politik pilkades serentak di Kabupaten Lembata yang digelar 8 November 2021 telah usai.
Salah satu hasil pilkades serentak kakek berumur 70 tahun, Pius Lengari terpilih menjadi Kepala Desa Waienga.
Hasil pilkades serentak menghasilkan 144 orang terpilih menjadi kepala desa di sembilan kecamatan dari 346 calon kepala desa.
Dari 144 kepala desa terpilih hanya satu orang perempuan yang terpilih menjadi kepala desa yakni Kades Nubamado, Kecamatan Nubatukan.
Sementara dari segi umur, kades terpilih yang tertua adalah Kades Waienga, Kecamatan Lebatukan, berumur 70 tahun dan Kades termuda berumur 25 tahun yakni Kades Riangbao, Kecamatan Ile Ape.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia Pelantikan Kepala Desa Serentak Kabupaten Lembata, Sekda Lembata, Paskalis Tapobali.
Tapobali membeberkan berdasarkan Surat Keputusan nomor 454 tahun 2021 tentang tahapan dan jadwal pelaksanaan pilkades, semua tahapan sudah dilewati sejak pembentukan panitia ditingkat Kabupaten, kecamatan dan tingkat desa sampai pemungutan suara tanggal 8 November 2021.
“Dari 346 calon kepala desa, yang terpilih menjadi kepala desa 144 orang, 143 laki laki dan 1 perempuan. Kades tertua yang terpilih berumur 70 tahun yakni Kades Waienga dan terumuda berumur 25 tahun, Kades Riangbao”, ungkap Sekda Tapobali.

Sekda Tapobali menjelaskan, dari 144 desa yang melaksanakan pilkades tercatat 63.316 pemilih tersebar di 297 TPS.
Ada empat desa yang partisipasi pemilihnya mencapai 100 persen yakni Desa Nubahaeraka, Desa Nubaboli, Kecamatan Atadei. Desa Ile Boli, Kecamatan Nagawutun dan Lite Ulumado, Kecamatan Nubatukan.
Sementara Kecamatan Buyasuri dan Omesuri memiliki partisipasi pemilih terrendah.
Selain itu, ada empat ASN terpilih menjadi kepala desa salah satunya yang menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa”, ungkap Tapobali.
144 Kepala Desa periode 2021 – 2027 dilantik serentak oleh Bupati Lembata Thomas Ola Langoday di Olympic Ballroom, Kota Lewoleba, 28 Desember 2021 dihadiri Forkompinda, pejabat eselon 2, para camat dan disaksikan oleh para pendamping rohaniwan Islam dan Katolik.
+++sandrowangak
