SULUH NUSA, FLOTIM – Kota Larantuka yang dikenal dengan Kota Reinha patut menjadi contoh toleransi antar umat beragama. Kehidupan umat berbagai agama di Kota Reinha rukun dan saling menghargai.
Toleransi antar umat beragama ini tidak hanya ditunjukkan dalam kehidupan harian tetapi mengambil tugas dan peran dalam berbagai perayaan hari keagamaan. Misalnya, saat Hari Raya Paskah, Umat muslim melalui remaja masjid menjaga keamanan di halaman Gereja agar umat Katolik dapat berkonsentrasi mengikuti perayaan misa, begitu pula dengan Hari Raya Idul Fitri. Umat Katolik mengambil tugas menjaga keamanan di halaman Masjid.
Sejarah mencatat, kedua pemeluk agama tersebut telah ada dan hidup berdampingan sejak dahulu kala di Kabupaten terujung pulau Flores.
Selain Muslim, Larantuka dengan mayoritas umat Katolik, juga dikenal dengan sebutan Kota Reinha namun di dalamnya hidup lima Agama besar di Indonesia yakni Islam, Katolik, Kristen Hindu serta Budha.
Toleransi antar umat beragama di Kota Reinha, Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, sudah sudah menjadi warisan. Sudah menjadi budaya.
Tahun 2021, menjelang perayaan Natal, Kota Reinha Larantuka kembali menyuguhkan pemandangan yang luar biasa. Semua jalanan dalam kota disuguhkan dengan lampu natal. Lorong lorong dihiasi dengan pohon natal. Dan puluhan Santa Klaus berjalan dari rumah ke rumah memberikan hadiah kepada anaka anak.
Tidak ketinggal beberapa pemuda muslim dan Hindu. Mereka rela dan ikhlas menjadi Santa Klaus dan berjalan keliling Kota Larantuka juga pelosok Flores Timur merayakan Bulan Sukacita bersama anak anak. Karena Natal merupakan hari paling spesial bagi umat kristiani. Momen ini identik dengan kebahagiaan anak-anak yang mendapat hadiah dari Santa Klaus.
Disaksikan Suluh Nusa, (weeklyline media network), 16 Desember 2021, di Desa Badu dan Lewoloba, dua pemuda muslim mengenakan pakaian khas santa dan bertemu puluhan anak di dua desa tersebut. Puluhan anak anak menyambut Santa dengan Bahagia. Mereka menerima hadiah langsung dari Santa, foto bersama, bernyanyi bersama dan mendegarkan Pesan kebaikan dari Santa.
Adalah Enzo De Rosari WO, beberapa pemuda muslim dan hindu untuk menjadi santa secara iklas. Dua pemuda muslim yang menjadi Santa dan bertemu anak anak di Desa Badu, Lewoloba, Waibalun, Lewolere dan Pantai Besar adalah Aldi Gucita Anggara dan Al Afdal.
Bukan hanya itu, keduanya pemuda muslim ini bersama Enzo De Rosari WO, akan membagi hadiah ke Desa Lewolaga, Hokeng dan Boru.
“Nanti dalam kota ada dua pemuda dari Makasar yang sudah minta sendiri menjadi Santa Klaus. Sementara di Wulanggitang ada saudara kita beragama Hindu juga mau menjadi Santa Klaus. Kebaikan itu datang tidak mengenal asal usul dan agama,” ungkap Enzo.
Diberitakan sebelumnya, Enzo bersama seluruh karyawan Enzo De Rosari WO, menggelar kegiatan Santa Klaus bersama ratusan ini bukan sebagai sebuah pertunjukan murah hati sebagai sebagai rasa syukur atas anugerah dan berkah Tuhan bagi diri dan usahanya selama setahun berjalan.
Enzo merilis lokasi kunjungan santa sebagai Lewolaga, Hokeng dan Boru, Lewoloba dan Badu, Riangkotek, Lamawalang, Lewolere, Podor, Pantai Besar dan Waibalun.
“Minggu, 19 Desember 2021, di Sarotari dan Weri. Santa Klaus akan bertemu anak anak dari rumah ke rumah,” ungkap Enzo.
Dan Senin, 20 Desember 2021, di Lohayong, Lokea, Lewerang, Gege dan Pohon Bao, Lebao, Weri dan Lanjut ke Waiklibang.
“Untuk wilayah luar kota Santa akan bertemu dengan anak anak di satu lokasi yang sudah ditentukan. Sementara untuk dalam kota Larantuka Santa berkunjung dari rumah ke rumah,” tutur Enzo.+++sandrowangak.

