Diduga Sebagai Biang Klaster Baru Covid 19, Begini Penjelasan Dinas PK Kota Kupang

Suluh Nusa, Kupang – Kematian salah satu Guru Pengawas di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang meninggalkan kekuatiran publik Kota Kupang. Pasalnya, beberapa hari sebelumnya Dinas PK Kota Kupang diseruduk ratusan orang tua wali murid yang datang ke kantor tersebut untuk bertemu Kepala Dinas PK, Dumuliha Djami.

Persoalan pendaftaran Siswa baru di Kota Kupang, menuai persoalan tersendiri bagi orang tua wali murid karena banyak anak anaknya yang tidak diterima oleh sekolah yang mereka inginkan sesuai aturan penerimaan siswa baru. Alhasil, ratusan orangtua wali murid, mendatangi kantor Dinas PK ditengah pemberlakukan PKMM karena covid 19 yang mengkuatirkan.

Walau kedatangan mereka dengan protokol kesehatan yang ketat, tetapi banyak pihak yang menilai, berkumpulnya orangtua wali murid di Dinas PK Kota Kupang dapat menimbulkan masalah baru yakni diduga sebagai biang klaster baru penyebaran covid 19.

Terkait penilaian dan kekuatiran publik ini, Sekretaris Dinas PK Kota Kupang, Drs. Ambo, saat dikonfirmasi weeklyline media network melalui saluran telepon, 17 Juli 2021, membenarkan kedatangan ratusan orang tua wali murid ke kantor tersebut.

Ambo menjelaskan, kedatangan orangtua wali murid itu, untuk bertemu dengan Kadis PK, dan langsung membubarkan diri setelah mendapat penjelasan dan solusi.

“Ya benar. Orang tua datang. Ada banyak orang, tapi langsung pulang usai mendapat penjelasan dan solusi dari Pa Kadis. Jadi tidak lama. Apalagi mereka datang dengan protocol kesehatan yang ketat,” jelas Ambo.

Lebih jauh Ambo mengungkapkan, publik Kota Kupang tidak perlu kuatir, musibah atau kematian yang dialami oleh salah satu pengawas di Kota Kupang karena Covid 19 sudah menjalani perawatan di rumah sakit sebelum kedatangan orang tua wali murid.

Antrian orang tua wali murid saat mendatangi Kantor Dinas PK Kota Kupang/IST

“Beliau sudah dirawat. Sudah divonis sakit dan terkonfirmasi jauh sebelum orang tua datang mengadu persoalan pendaftaran siswa baru di Dinas PK,” ungkap Ambo.

Ambo meminta agar publik tidak perlu kuatir karena Dinas PK bukan sebagai penyebab klaster baru Covid 19.

Diketahui, salah satu pengawas di Kota Kupang dikabarkan meninggalkan dunia karena positip Covid 19, Sabtu, 17 Juli 2021 dan langsung dikuburkan dengan protokol covid di Pekuburan Fatukoa.

Salah satu staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang meminta namanya tidak ditulis, agar ada tindakan sterilisasi dari satgas di Kantor Dinas PK Kota Kupang. hal ini penting untuk dilakukan  agar tidak ada lagi korban karena covid 19.

Almarhuma YK, yang juga pengawas TK di Kota Kupang tidak tertolong saat menjalani perawatan di Rumah Sakit dan sempat mendapat donor plasma darah dari sesama ASN Dinas PK Kota Kupang.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang merasa kehilangan, semoga almarhuma YK diterima di sisi Allah Yang Maha Kuasa,” ungkap sumber tersebut. (sandrowangak/y.edangwala.goe)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *