suluhnusa.com_Banyak dilakukan sekolah agar siswanya berhasil lulus saat Ujian Nasional. Tak ketinggalan SMP Negeri 1 Satu Atap Bilal, Adonara Timur. Mereka pun menerapakan startegi 3 FUN.
Kepala Sekolah Aloysius Beda Sabon, S.Pd kepada suluhnusa.com mengungkapkan SMP Negeri Satu Atap Bilal dalam mempersiapkan Siswa siswi mengikuti Ujian, menerapkan “3-FUN” Fokus Pembelajaran, Fokus Administrasi, dan Fokus Anggaran.
Untuk Fokus Pembelajaran, jelas Beda, penekanan pada keaktifan siswa dan guru dalam melaksanakan Proses Pembelajaran baik pembelajaran pada pagi hari, pembelajaran pada sore hari, juga pembelajaran pada malam hari.
Fokus Administrasi penekanan pada Kelengakapan Perangkat Guru dalam mengajar, Persiapan Bahan Ajar, Persiapan Bank Soal prediksi Ujian Nasional, persiapan Absensi, jurnal belajar pagi, sore dan juga malam hari, serta persiapan data data siswa dan rekapan nilai siswa sebagai peserta UN.
“Untuk fokus administrasi ini, siswa juga diharapkan untuk memiliki kumpulan kumpulan soal prediksi UN, materi materi berdasarkan Standar Kompetensi lulusan, dan sumber sumber buku yang berkaitan dengan materi ujian,” ungkap Beda.
Sementara untuk Fokus Anggaran maka, diharapkan dalam pemanfaatan anggaran sekolah harus tepat sasaran dan berdampak baik pada peningkatan kualitas dan kuantitas lulusan.
Untuk tiga Fokus UN ini, saya sendiri sebagai Kepala Sekolah berperan sebagai Koordinator Umum, sementara di tiap- tiap bidang ada tim khusus terdiridari guru guru mata pelajaran dan guru wali kelas yang berperan di sana,” katanya.
Lanjut Alo Beda, berkaitan dengan persiapan siswa/ i dalam mengikuti Ujian Nasional memang semua sekolah melakukan strategi yang hampir sama, seperti penambahan jam belajar mata pelajaran UN pada pagi hari, bimbingan belajar sore, dan juga bimbingan belajar malam.
Namun hal yang terpenting yang perlu diperhatikan adalah selalu ada evaluasi dalam setiap proses persiapan yang dilewati. sehingga dari hasil evaluasi, kita bisa menemukan titik lemah dan titik kuat atau titik unggulnya, agar yang kurang bisa kita perbaiki dan yang sudah baik bisa dipertahankan atau ditingkatkan.
“Kami juga selain mempersiapkan siswa secara akademis, secara spiritual pun siswa kami akan persiapkan. Nanti menjelang UN siswa bersama orang tua, berdasarkan keyakinan masing masing akan mendapat siraman rohani dari pastor dan juga Ustad sebagai persiapan mental dalam menghadapi ujian,” tutrur Beda.
Jumlah siswa di SMP Negeri Satu Atap Bilal sebagai peserta US/ UN tahun ajaran 2013/ 2014 terdiri dari 22 orang. Dengan persentase kelulusan 100% pada setiap tahunnya, pada tahun ini Beda optimis akan mempertahankan persentase kelulusan yang ada, tetapi harapannya adalah, kualitas lulusan semakin hari akan tetap ditingkatkan.
Memang menjelang Ujian Nasional hamoir semua sekolah melakukab persiapan dengan cara yang sama, yakni bimbingan belajar, tambahan jam pelajaran dan bimbin gan belajar pada malam hari.
Sebut saja misalnya, di SMA Negeri 1 Larantuka tambahan jam pelajaran dilanjutkan sampai sore saat jam pelajaran siang hari usai. Demikian pula di SMP negeri 1 Larantuka.

Hal berbdeda dengan apa yang dilakukan, Silvester Sina Wuan, S.Pd Kepala SMP Negri 02 Adonara Timur di Witihama. Kepadasuluhnusa.com 8 Februari 2014 mengaku, tidak ada persiapan yang luar biasa lantaran dirinya baru dua bulan menjadi kepala sekolah.
Persiapannya masih sebatas try out melakukan pembelajaran dengan berpedoman pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) tahun kemarin, Pengefektikan bimbingan belajar sore hari, dan terus melatih siswa dalam mengerjakan soal soal prediksi UN.
“Untuk rayon di kecamatan Witihama, Pelaksanaan ujian Tryout sudah terlaksana satu kali pada bulan desember dan untuk tryout yang kedua sudah dalam jadwal, akan dilaksanakan dalam bulan Februari,” ungkap Silvester.
Jumlah siswa yang akan mengikuti Ujian nanti berjumlah 141 siswa yang nantinya akan terbagi dalam 8 ruangan dan Silvester optimis.
Sementara itu, di SMK Negri Watowiti Larantuka melalui Ferdinandus Boro Nama, S.Pd sekretaris Panitia US/UN menjelaskan bahwa dalam rangka persiapan siswa siswi menghadapi Ujian Nasional, secara lembaga dilakukan beberapa hal diantarannya khusus hari senin hingga kamis untuk tiga (3) mata pelajaran UN yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Ingggris dilakukan penambahan jumlah jam pembelajaran, dimana pembelajaran pada pagi hari langsung diteruskan hingga sore hari pkl 15.00.
Sementara pembelajaran untuk mata pelajaran produktif dengan masing masing kompetensi keahlian, terlaksana sesuai dengan jam normal. Tambah Ferdy bahwa terkait pembelajaran siswa hingga sore hari, lembaga menanggung biaya konsumsi mereka, yang dibebankan pada sumber – sumber pendapatan di sekolah.
“Jumlah siswa di SMK Negeri Watowiti yang mengikuti Ujian Nasional kali ini sebanyak 138 orang yang nantinya akan terbagi dalam 7 ruangan. Harapannya, semoga kelulusan secara lembaga bisa mencapai 100%,” Ungkapnya. (maksimus masan kian)
