Sukseskan Pembelajaran Jarak Jauh, SMPN 3 Wulanggitang Gelar Workshop ICT

MEDIA WLN – Pandemic Covid-19 masih terus mengancam. Sebagai bentuk upaya mencegah meluasnya penyebaran virus korona, aktivitas yang melibatkan banyak orang di ruang public pun dilarang. Tidak terkecuali kegiatan pembelajaran di sekolah.

Sebagai konsekuensinya pembelajaran di kelas ditiadakan dan diganti dengan pembelajaran jarak jauh. Setelah beberapa bulan pembelajaran di laksanakan di rumah, belakangan pemerintah telah memberikan izin kepada sekolah di zona kuning dan hijau untuk bertatap muka. Namun aktivitas pembelajaran tidak seperti dalam situasi normal. Jam tatap dikurangi, dan jumlah siswa harus dibatasi.

Melihat kondisi ini, pembelajaran jarak jauh masih tetap dijalankan karena waktu belajar siswa di sekolah sangat terbatas, sedangkan waktu di rumah lebih banyak. Dalam menyukseskan pembelajaran jarak jauh ini, SMPN 3 Wulanggitang mengadakan kegiatan workshop ICT.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruangan laboratorium komputer SMPN 3 Wulanggitang terjadi dalam dua hari, Jumat – Sabtu (14-15/08/2020). Workshop dengan materi pembuatan video pembelajaran dan penggunaan google classroom menghadirkan pemateri Marselinus R. Hodo, S.Kom, guru TIK SMPN 3 Wulanggitang.

Workshop ini melibatkan semua guru SMPN 3 Wulanggitang yang berjumlah 22 orang sebagai peserta kegiatan. Hadir pada kesempatan tersebut pengawas sekolah lingkup Dinas Pendidkan, Kepemudaan dan Olaharaga Kabupaten Flores Timur, Yohanes Hegon Kelen, S.Pd.

Kepala SMPN 3 Wulanggitang,  Kristina Sabu Punang, S.Pd pada acara pembukaan workshop mengatakan bahwa tugas guru adalah melayani peserta didik. Agar mampu memberikan pelayanan maksimal, guru harus terus berupaya memperbaharui diri. Karena itu workshop ini diselenggarakan agar para guru bisa meningkatkan kompetensinya dalam melayani siswa di terutama di masa pandemic Covid-19.

“Sebagai pelayan peserta didik, guru harus terus berupaya memperbaharui diri sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik kepada siswa. Dan di tengah pandemic Covid-19 dimana pembelajaran dilakukan jarak jauh, penguasaan teknologi sangat diperlukan. Karena itu workshop ini diadakan dengan tujuan guru bisa menguasai teknologi yang pada gilirannya dapat digunakan untuk menyukseskan pembelajaran di masa pandemic Covid-19 ini,” kata mantan guru SMPN Satap Nobo.

Sementara itu pengawas sekolah Yohanes Hegon Kelen, S.Pd dalam sambutan membuka kegiatan workshop mengatakan bahwa kunjungannya ke sekolah kali ini adalah dalam rangka memantau pelaksanaan pembelajaran di masa pandemic Covid-19 karena pengawas adalah mitra kerja guru.

“Hari ini saya datang sebagai pengawas. Tetapi Bapa/Ibu guru jangan takut karena pengawas adalah mitra kerja guru yang siap membantu guru dalam proses pendidikan. Apalagi di masa pandemic Covid-19 ini, kolaborasi antar semua element sangat dibutuhkan,” ujar mantan kepala SMPN 3 Wulanggitang ini.

Lebih jauh, pengawas mata pelajaran Matematika ini mengapresiasi lembaga SMPN 3 Wulanggitang yang melaksanakan workshop ICT. ”Saya sangat senang karena kehadiran saya tepat terkait dengan workshop hari ini. Apresiasi saya berikan karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru. Dengan adanya video pembelajaran yang dibuat dalam workshop ini, misalnya, anak-anak bisa tertarik atau senang mempelajari pelajaran,” kata putra Tanjung Bunga ini.

Pada hari pertama kegiatan, para guru bergelut dengan pembuatan google classroom. Pak Marsel, sapaan Marselinus R. Hodo, S.Kom, menjelaskan bahwa google classroom adalah suatu serambi aplikasi pembelajaran campuran secara online yang dapat digunakan secara gratis. Sementara syarat dalam menggunakan google classroom adalah koneksi internet yang stabil, memiliki akun goole dan mempunyai perangkat untuk mengakses kelas seperti laptop atau smartphone.

Lebih jauh guru TIK SMPN 3 Wulanggitang ini mengatakan proses pemanfaatn google classroom dimulai dengan membuat kelas di google classroom, mengundang siswa ke google classroom, membuat dan mendistribusikan materi pembelajaran, dan membuat soal ujian/ kuis online.

Setelah menggambarkan secara garis besar tentang google classroom, peserta workshop lalu dibimbing untuk membuat google classroom mulai dari membuat kelas, membuat/ memasukkan materi pelajaran, membuat soal atau kuis dan mengundang siswa. Para guru kemudian berlatih dalam kelompok rumpun mata pelajaran hingga kegiatan diakhiri tepat pkl.15.00 WITA.

Pada hari kedua, materi yang dipelajari adalah pembuatan video pembelajaran. Dalam materi ini, pemateri tidak memaparkan teori tetapi langsung membimbing peserta workshop untuk membuat video. Aplikasi yang digunakan adalah video scribe. Video scribe merupakan suatu program aplikasi yang bisa dipakai untuk membuat presentasi video menggunakan animasi tangan bergerak pada sebuah papan atau white board.

Dalam workshop tersebut, langkah pertama yang dilakukan pemateri adalah membagikan master videoscribe dan membantu peserta workshop menginstalnya pada laptop masing-masing. Pemateri lalu membimbing peserta wokshop membuat video pembelajaran membuat video pembelajaran sesuai langkah-langkahnya.

Salah seorang peserta workshop, Fransiskus X. S.Kwuta, S.Si pada akhir kegiatan mengungkapkan kegembiraanya atas penyelenggaraan workshop ini. “Saya sangat senang karena workshop ini sangat bermanfaat dalam kaitan pemanfaat teknologi oleh guru. Di era disrupsi sekarang ini, guru dituntut untuk harus menguasai teknologi. Dan di masa pandemic Covid-19, pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran adalah suatu yang urgen.

Kedua, pemateri yang merupakan guru Spentig Hewa menunjukkan bahwa guru-guru di sekolah ini punya kemampuan dan mau membagikannya kepada sesama guru. Dalam hal ini, kolaborasi menjadi nilai tambah bagi sekolah kita,” ungkap guru IPA SMPN 3 Wulanggitang ini.***

Gerardus Kuma Apeutung

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *