suluhnusa.com Pengusaha pemilik agen elipiji 3 kg yang tergabung dalam Hiswana Migas Bali belum lama ini mengajukan rencana kenaikan HET ( Harga Eceran Tertinggi ) LPG 3 kg dari harga Rp 12.750 menjadi Rp 14.000 per tabung ke Pemerintah Daerah Bali.
Namun usulan tersebut akhirnya menuai pertanyaan dan penolakan dari Pemprov Bali.
Sebelumnya, Pemprov Bali melalui Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Ketut Wija menyatakan, kenaikan harga elpiji seperti yang diusulkan pihak Hiswana Migas Bali tidak serta merta disetujui.
Menurut Wija, menaikkan harga LPG ukuran 3 kilogram harus memenuhi ketentuan yang berlaku. Salah satunya karena transportasi dan jarak dari SPBE ke agen lebih dari 60 kilometer. Sementara untuk di Bali, hampir di semua kabupaten ada SPBE.
Tidak hanya Pemprov Bali yang mempertanyakan rencana Hiswana Migas Bali untuk menaikkan harga gas elpiji 3 kg khusus untuk di wilayah Bali. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik pun menolak rencana kenaikkan tersebut karena elpiji 3 kg merupakan subsidi dari pemerintah.
“Itu (gas elpiji 3 kg) tidak boleh dinaikkan oleh siapa pun, tidak bisa, tidak boleh. Sama dengan BBM yang premium tidak boleh dinaikkan begitu saja. Itu harus ada persetujuan pemerintah pusat dengan DPR, karena itu subsidi dari pemerintah, ” tegasnya kepada wartawan di Badung (4/2).
Apabila hal tersebut terjadi, nantinya akan berdampak pada melonjaknya harga elpiji kemasan 3 kg di Bali.Serta akan mematikan sub agen yang ada, selaku mata rantai terakhir pemasaran Pertamina.
Seperti diketahui, berdasarkan ketentuan Pamen ESDM No 26 Tahun 2009 kenaikan HET elpiji tergantung pada keadaan daerah dan wilayah pengiriman. Bali khususnya dimana sarana transportasi sudah memadai dan tempat pengisian (SPBE) sudah ada di setiap kabupaten. Jika pengajuan kenaikan disetujui pemerintah daerah, tentu bertentangan dengan Pamen ESDM No 26 Tahun 2009.
Disamping itu juga telah melanggar Undang Undang Republik Indonesia No 5 Th 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat. (kresia)
