100 Tahun, SVD Tanam 2000 Pohon

suluhnusa.com_Memperingati 100 tahun masuknya Misi Serikat Sabda Allah (SVD) di Indonesia, dengan melakukan Penghijauan dengan menanam 2000 pohon.

Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Bina Karya Larantuka sebagai salah satu Sekolah dibawah naungan Serikat Sabda Allah (SVD), memperingati 100 tahun masuknya Misi Serikat Sabda Allah (SVD) di Indonesia, dengan melakukan Penghijauan. Kegiatan Penghijauan dilaksanakan dengan menanam 2000 (dua ribu) pohon Mahoni di Pulau Solor tepatnya di Desa Wulublolong Kecamatan Solor Timur Kabupaten Flores Timur.

Kegiatan Penghijauan melibatkan seluruh sivitas Akademik SMK Bina Karya dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang yakni 26 Guru, Pegawai dan 76 perwakilan siswa –siswi, dan partisipasi masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan berlansung dari hari Selasa 14 januari hingga Rabu 15 januari 2014.

Rombongan berangkat dari Larantuka menggunakan kapal motor Karya Apolo menuju Pelabuhan Lewo Kaha Desa Wulublolong. Melanjutkan perjalanan ke Lokasi Penghijauan di Desa Wulublolong dengan menggunakan angkutan pedesaan yang sudah disiapkan warga.

Setelah seremonial penyambutan, pengaturan lokasi penginapan dan santap bersama warga, Siswa-siswi didampingi oleh guru dan masyarakat setempat yang terbagi dalam lima (5) kelompok, langsung menuju ke lokasi untuk melakukan penghijauan di tempat yang sudah disurvei dan disepakati oleh warga. Kegiatan Penghijauan berlangsung dari pkl 11.00 dan berakhir pada sore hari pkl 15.00.

Setelah seharian melakukan aktivitas penghijauan, pada malam harinya siswa –siswi yang tergabung dalam grup band Albartos nama grup Band anak SMK Bina Karya Larantuka mengelar hiburan dengan menyanyikan tembang –tembang lagu yang telah disiapkan untuk menghibur warga Desa Wulublolong.

Kepala Desa Wulublolong Bernadus Belawa Rebon dalam sambutan membuka kegiatan malam hiburan menyampaikan, kunjungan dan kehadiran Keluarga Besar SMK Bina Karya Larantuka, benar-benar membawa misi kemanusiaan yang mulia dan bermakna bagi masyarakat di wilayah ini.

Hal ini perlu saya tegaskan karena pihak SMK Bina Karya Larantuka telah mendukung program pemerintah desa dalam hal penghijauan sekaligus menghibur dan meneguhkan masyarakt desa Wulublolong yang sedang mengalami luka batin dan trauma psikologis pasca konflik sosial tanggal 05 November 2013 ungkap Bernad.

Kepala Desa Wulublolong pada kesempatan itu juga menginformasikan bahwa, selama ini pasca perang, ada sekian banyak Paroki , sekolah , Tarekat biara, maupun kelompok pemuda katolik dan masyarakat peduli di keuskupan Larantuka dengan tujuan yang hampir sama datang kunjung dan menghibur kami.

Di hadapan Keluarga besar SMK Bina Karya, saya kepala Desa Wulublolong dan masyarakat Desa wulublolong menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kunjungan kegiatan ini semoga, amal baiknya dibalas setimpal Oleh yang Maha Kuasa ungkap Kades Wulublolong mengakhiri sambutannya.

Yohanes Geroda, S.Pd Guru SMK Bina Karya yang berperan sebagai Ketua Panitia kegiatan penghijauan kepada suluhnusa.com menjelaskan, selain tujuan utama pelaksanaan penghijauan sebagai peringatan akan 100 tahun misi SVD, tujuan lainnya adalah untuk melatih siswa mendekatkan diri dengan masyarakat dalam karya nyata serta memotivasi siswa dalam mencintai bumi dengan senantiasa menanam pohon, apalagi pulau solor sering dikatakan sebagai pulang yang gersang dan tandus maka generasi sekarang perlu diminati dengan gerakan mencintai bumi atau alam.

“Selain itu, tujuan lain dari rangkaian kegiatan ini adalah menghibur warga Wulublolong pasca konflik sosial beberapa bulan yang lalu,” ungkap Yos.

Rangkaian Kegiatan Penghijauan dan gelaran hiburan ditutup pada rabu pagi 15 januari dengan mengelar misa penutupan. Misa dipimpin langsung oleh Pater Piter Tukan SVD, yang juga adalah kepala SMK Bina Karya Larantuka.

Pater Piter Dalam kothbahnya mengatakan bahwa, selain mengenang kelahiran St Arnodus Jannsen, lebih dari itu, kita diajak memiliki semangat dan spirit yang tinggi sebagai misionaris sejati seperti St Arnoldus Jannsen guna mewartakan kerjan Allah ditengah dunia. Pater menutup Khotbahnya dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat stasi st. Mikhael Wulublolong atas penerimaan yang penuh antusias dan selalu menunjukan rasa keakraban dalam suasana persaudaran terhadap kehadiran SMK Bina Karya Larantuka.

Sementara itu, salah satu warga Desa Wulublolong Kanisius Koten menyatakan bahwa, kegiatan yang diterlaksana sungguh sangat membantu, menghibur dan meneguhkan. Kami yang tengah ditimpah musibah dimana mengalami kehilangan harta benda dan tempat tinggal, merasa sangat terhibur dengan Kehadiran Keluarga Besar SMK Bina Karya Larantuka di Desa Wulublolong.

“Harapan kami semoga pada Kesempatan lain, Keluarga besar SMK Bina Karya Larantuka bisa datang mengunjungi kami kembali,” ungkap kanis. (maksimus masan kian)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *