Minat Baca Masyarakat Lembata Rendah

suluhnusa.com – Pemerintah Kabupaten Lembata, NTT, Kamis (22/8) menggelar festival Literasi. Festival yang mendorong generasi Lembata untuk gemar membaca, menulis dan menceritakan kembali bahan bacaan itu dimaksudkan untuk selalu membiasakan diri untuk membaca serta meningkatkan kualitas SDM.

Festival yang diramaikan karnaval Saya Baca itu diikuti ribuan peserta yang terdiri dari seluruh OPD di lingkup Setda Kabupaten Lembata, serta anak sekolah, para guru serta siswa siswi Sekolah Dasar, SLTP serta SLTA. Festival Literasi digelar DInas Perpustakaan Daerah kabupaten Lembata itu guna menumbuhkan semangat “saya Baca”.

Menariknya, dalam kegiatan pembukaan yang diawali karnaval itu dari dua sudut kota Lewoleba, menuju ke arena pentas dan pameran di pelabuhan Jetty Lewoleba, ratusan peserta menmpilkan koran bekas, dalam berbagai model.

 

Busana Dari Koran Bekas dalam karnaval Literasi Di Lembata

 

“Kami ingin menampilkan busana dari koran bekas hasil kreativitas siswa.sesungguhnya busana ini dimaksudkan untuk memanfaatkan bahan bekar agar tidak menghasilkan sampah,” ujar Juliana, Guru SDK St. Tarsisius.

Tak hanya itu, ribuan sampah kemasan plastikpun tak luput menjadi bahan pembuatan busana yang ditmpilkan.

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, dalam kesempatan meninjau pameran Literasi kepada Media Indonesia, mengatakan festival Literasi dimaksudkan untuk meningkatkan minat baca bagi generasi Lembata.

“kita pada tahapan membangun kesadaran kususnya generasi muda kita dan anak-anak sekolah. Memulai kebiasaan menulis, membaca. Dulu kita bilang membaca itu jendela dunia, Sekarang buku itu gerbang dunia. Baca, tulis dan menceriterakan kembali adalah sebuah kebiasaan yang saat ini harus
digerakan,” ujar Wabup Langoday.

Disebutkan, Index membaca di Indonesia saja, 0,001%.  Kalau di Lembata, dari 140 Ribu Lebih warga, hanya 140 orang Lembata yang Gemar membaca. ini memprihatinkan.

“Anak-anak lebih memilih bermain, menggunakan Gadget dan melupakan kebiasaan membaca. Ini harus digerakan. Kalau tidak digerakan, suatu saat terjadi kemandekan dimana-mana. Suatu saat kita tidak menemukan generasi cerdas, generasi yang siap bersaing. Kita akan Kalah bersaing di NTT, apalagi skala Nasional apalagi internasional,” ujar Wabup Langoday.***

 

hosea

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *