Serecup Hendak

PUISI TINO WATOWUAN


Ada hendak meringkuk di sisi gulingmu

Menghangatkan mimpimu yang dingin

Kala malam-malam tak indah tuk lelap

 

Ada hendak menjadi kerling matamu

Menatap tatap kosong nun jauh mengawang

Jejak-jejak purba yang tak tuntas direngkuh

Lamunan ingar-bingar menyita sungkawa

 

Ada hendak menempel di balik cerminmu

Mengeringkan bebutiran hujan yang gugur

Kala rengsa tiba-tiba menohok kelopak mata

 

Ada hendak menjadi pernak-pernik kosmetikmu

Menggurat indah lekuk wajah dan senyum sumringa

Kala jerawat nestapa tumbuhi kerut dahi yang menoreh

 

Bahkan ada hendak menjadi segala

Di setiap terik dan hujan tubuhmu

Setiap langkah kaki dan degup jantung

 

Adakah sangsi hendak mengebat di ubun-ubun

Serupa mambang-mambang bergelayut

Antara ada dan tiada, bagimu?

 

Setidaknya ada serecup hendak di ceruk puisi

Tergores pada dinding-dinding waktu

 

Tiada mantra dan wangi setanggi

Pun rayu, apalagi dusta aksara

Mungkin sekelumit renjana yang hampir kau

 

 

(Kb, 04 Juli 2019)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *