suluhnusa.com_Jembatan itu dibuat 35 tahun lalu. Sampai dengan saat ini tidak pernah ada perbaikan. Sekali diperbaiki delapan tahun lalu. Itu pun hanya pada dinding. Akhirnya jebol.
Inilah kondisi jembatan di Dusun Bukit, Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Dibuat pada tahun 1978, dan sudah berumur 35 tahun. Jembatan ini ambrol akibat diguyur hujan sepekan terakhir.
Hal ini megakibatkan akses transportasi lumpuh total. Jebolnya jembatan diduga karena kualitas pekerjaan yang kurang bagus, karena baru dikerjakan delapan tahun sekarang sudah ambrol. Jembatan yang menghubungkan empat desa ini yaitu Poh Bergong, Silangjana, Alasangker, dan Jinengdalem.

Menurut Kelian Tempek Dusun Bukit, I Nyoman Kajeng, Jembatan ini sudah banyak yang rusak sebelumnya, kondisi semakin parah karena hujan deras terus mengguyur Buleleng sepekan terakhir.
Sebelumnya sudah pernah diperbaiki, hanya saja tepi jembatan saja, sedangkan jalannya sendiri sudah jauh lama sekitar 8 tahun lalu diperbaiki hanya membetulkan posisi kayu dan dilapisi aspal di atasnya.
Aspal jembatan ini rusak sejak 2 tahun terakhir dan sudah dilaporkan ke Dinas PU Buleleng, namun belum mendapatkan tanggapan sampai akhirnya jebol dan melumpuhkan jalur transportasi empar desa.
Jembatan yang lebarnya sekitar 5 meter ini memiliki kedalaman sungai sekitar 8 meter. Curamnya dasar sungai mengakibatkan masyarakat membuat jalan setapak yang cukup jauh dari lokasi jembatan untuk mencari tempat yang agak landai.
Masyarakat menyayangkan tindakan pembongkaran jembatan yang dilakukan pihak pemborong secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pihak desa ataupun masyarakat setempat 3 Januari 2014.
Oleh karenanya masyarakat secara swadaya membuat jalan kecil untuk menghubungkan kedua tempat walaupun dengan kondisi darurat. Jembatan/jalan darurat ini sangat susah dilalui sekalipun dengan berjalan kaki, sebab tempat yang curam dan tanah yang licin akibat hujan. Walaupun demikian, banyak warga yang memilih menggunakan jalan ini sebab jika mau mencari jalan yang bagus harus keliling melewati desa lain yang jauhnya sekitar 10 km.
“Jembatan yang telah berumur kurang lebih 35 tahun ini belum pernah dilakukan perbaikan. Hanya dilakukan perbaikan dinding jembatan saja. Kami menyayangkan tindakan pembongkaran jembatan ini secara tiba-tiba dan tidak ada pemberitahuan kepada kami, sehingga kami kaget. Serta merta kami secara swadaya membuat jalan setapak agar sedikit mempermudah kami”, jelas Kajeng.
Komang Yudani salah satu warga di Dusun Bukit mengatakan jalur transportasi menjadi lumpuh dan warga merasa sangat terganggu dan berharap agar segera perbaikan jembatan ini segera selesai.
“Transportasi menjadi sangat lumpuh total dan kami warga di sini harus melaui desa tetangga untuk bawa kendaraan ke rumah kami. Ini tentu sangat memberatkan kami di sini, kendala yang sangat berarti buat kami. Seperti sekarang ini kami mau sembahyang namun harus keliling dulu melewati desa tetangga sekitar 10 km. Harapan kami agar perbaikan jembatan ini segera selesai.”, harap Yudani. (ni nyoman sunuasih)
