Pemkot Kupang Dorong Permainan Tradisional Jadi Sarana Pembentukan Karakter Anak

Ernes juga memberikan apresiasi kepada KPOTI Kota Kupang yang dinilai menunjukkan kerja nyata dalam memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak

KUPANG –  Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernes Ludji, S.STP., M.Si, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus mendukung pengembangan permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai bagian dari pembentukan karakter anak. Penegasan ini disampaikan saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba sikidoka, gasing, galasing, dan tali merdeka di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin, 8 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Ernes menilai kegiatan yang berlangsung dua hari itu telah memberi ruang positif bagi anak-anak untuk mengurangi ketergantungan pada gawai.

“Anak-anak mulai sedikit lupa dari kebiasaan pegang HP. Bahkan ada yang masih pegang HP sambil olahraga, dan itu tidak salah. Justru ini hal baik, karena nilai-nilai budaya dan olahraga tradisional bisa kita hidupkan kembali,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya membangun semangat kolektif di kalangan generasi muda. Menurut dia, masa depan pembangunan kota akan sangat ditentukan oleh kolaborasi anak-anak hari ini.

“Kalau mau bergerak cepat, kita jalan sendiri. Tapi kalau mau bergerak jauh, kita harus jalan sama-sama,” katanya mengutip pesan Wali Kota Kupang.

Ernes juga memberikan apresiasi kepada KPOTI Kota Kupang yang dinilai menunjukkan kerja nyata dalam memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak. Ia menyebut dampak positif kegiatan ini tidak hanya pada aspek pendidikan, tetapi juga pada ekonomi masyarakat sekitar lokasi acara.

“Dua hari saja kegiatannya, tapi perputaran ekonominya terasa,” ujarnya.

Menyambut tahun mendatang, Ernes mendorong agar kegiatan serupa digelar dengan skala lebih besar. Ia membuka kemungkinan pelaksanaannya pada momen ulang tahun Kota Kupang atau Hari Pendidikan Nasional, bahkan memperluasnya hingga tingkat kecamatan.

“Setiap kecamatan punya permainan khas, tali merdeka, kayu doi, bola kosti Semua permainan ini berbasis kelompok, dan harus kita jaga agar tidak hilang,” katanya.

Menurut dia, permainan tradisional memiliki peran besar dalam pembentukan karakter yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. “Tulis hitung bisa kita kejar dalam beberapa bulan, tapi karakter butuh waktu panjang. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus kita dukung,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para juara sambil menegaskan bahwa nilai utama kompetisi bukan pada kemenangan, melainkan pada kekompakan dan solidaritas.

“Juara itu hanya tambahan. Yang utama adalah kerjasama, mulai dari kelas, mulai dari sekolah,” tegasnya.

KPOTI Kota Kupang: Permainan Tradisional Bangun Kebersamaan dan Identitas Budaya dan solusi mengurangi kekrasan terhadap anak dan perempuan

Ketua KPOTI NTT, Sandro wangak melalui Ketua KPOTI Kota Kupang, Goris Takene, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa permainan tradisional bukan sekadar kegiatan rekreatif, tetapi sarana memperkuat karakter dan mempererat relasi sosial anak-anak.

“Kebersamaan dan kegembiraan dalam permainan seperti sikidoka, galasing, tali merdeka, dan gasing adalah nilai yang ingin kita hidupkan kembali. Nilai-nilai ini penting di tengah pesatnya perkembangan permainan digital. Permainan rakyat dan olahraga tradisionakl juga bisa menjadi solusi konkritmengurangi kekrasan terhadap anak dan perempuan,” katanya.

Goris berharap kegiatan tersebut menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

“Ini bukan akhir, tetapi awal bagi gerakan bersama untuk merawat budaya, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan leluhur,” ujarnya.

Kegiatan ini berkat kerjasama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisonal Indonesia (KPOTI) NTT dan Kota Kupang, BPK Wilayah XVI NTT, Pemkot Kupang, Dinas Pendidikan Kota Kupang dan  Paroki Kolhua.  +++goe

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *