suluhnusa.com_Kehadiran Agupena Flotim hanya berkonsentrasi dalam menulis.
Asosiasi Guru Penulis Indonesia yang keren disebut Agupena, cabang Flores Timur belum genap sebulan resmi tersebut. Mereka baru dilantik menjadi sebuah organisasi profesi guru yang konsen giat menulis, 29 Agustus 2015 lalu.
Walau belum genap sebulan, Agupena Flotim tak mau disebut suam suam kuku. Bahkan malu akan menjadi sebuah organisasi yang tak bernyawa bila mereka tidak cepa bergerak. Pengurus Agupena Flotim yang diketuai oleh Maksimus Masan Kian giat mencari cara untuk menjadikan Agupena bermanfaat dan membawa perubahan pada dunia pendidikan di Flores Timur. Khusus guru guru. lebih khusus lagi soal guru menulis.
Maksi dalam banyak kesempatan selalu menekankan anggota dan pengurus Agupan Flotim, agar fokus menulis. Sayangnya, penekanan Masan Kian ini berbenturan dengan ilmu dan motivasi bagaimana seorang guru bisa menulis. apalagi menulis karya ilmiah.
“Kehadiran Agupena Flotim hanya berkonsentrasi dalam menulis. Hanya untuk menulis. Titik,” tegas Masan Kian. Tidak ada kepentingan lain. yang ada hanya menulis. sekali lagi hanya menulis.
Apa yang ditegaskan oleh Masan Kian ini sejalan dengan arahan Ketua Agupena NTT, Thomas Aka Raya Sogen, pada saat momentum pelantikan akhir Agustus lalu. Juga pesan dan nasehat ketika Masan Kian diberikan Mandat oleh Agupena Pusat untuk membentuk organisasi profesi guru ini bulan Maret 2015 silam.
Sejak menerima mandat itu, Masan Kian bergera cepat, tepat menuju sasaran. Sasaran pergerakan menuju pada guru guru se daratan Flores Timur, Solor dan Adonara.
Nah, seperti bola terpantul pada dinding. Informasi dan motivasi yang disampaikan oleh Maan Kian disambut baik. Banyak guru Flotim yang bersahutan menyambut kabar baik itu. Seperti Sabda yang berbah menjadi daging. Informasi disambut dengan semangat untuk mau menulis.
Semangat para guru Flores Timur menulis, disambut dengan berbagai kegiatan. Membuat blog Agupena. Diskusi ringan seputar dunia menulis. Dan agar semangat para guru flotim menulis, tidak menjadi suram ditengah perjalanan, Agupena Flotim pun menggelar kegiatan latihan menulis karya ilmiah. Kerennya disebut Workshop.
Sejak dibuka pendaftaran selama dua Minggu, dari pertengahan September 2015, peserta yang mendaftar baru mencapai sekitar 20 orang. Eh, teryata dua hari menjelang penutupan, listing nama peserta jauh melebihi target. Luar biasa.
Elfridus Beramang Sutomo, Ketua panitia kegiatan Workshop atau latihan menulis Guru Flotim, mengungkapkan tujuan kegiatan ini bukan sekedar melaksanaakan program organisasi tetapi lebih pada menyentuh kebutuhan dasar guru yakni bagaimana menghasilkan karya tulis yang berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi guru itu sendiri misalnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Sebab, demikian Beramang Sutomo, bahwa guru sekarang tidak seperti ‘Oemar Bakri’ yang hanya bisa mengayu sepeda ontel pulang dan pergi ke sekolah.
Guru sekarang dituntut undang undang dan Negara harus bisa menulis. Dan untuk memenuhi menjawab itu guru harus dilatih menulis agar memiliki motivasi dan kemahiran dalam menulis.
Kegiatan Workshop PTK yang digelar di Aula SMK Sura Dewa, berlangsung dua hari, 2-3 Okrober 2015. Dengan peserta yang jauh melebih target, melampaui angka 70, mendekati angka 120 yakni 110 peserta. (Guru MenulisGuru Menulis)
