sudah tak terhitung lagi
satu persatu melintasi jalan pulang
nadinya telah diringkus takdir
sebelum mulut gagu tanpa lisan
nafas terhenti di ujung hayat
mereka pernah mengecup semsta
kini telah tiada
terbaring dalam hitam nan gelap
tidur dalam keabadian yang baka
terbujur kaku berkalang tanah
november
ihwal mengenang kepulangan
duka pernah menohok kalbu
rengsa mengoyak batin
derai haru biru menghujam tangis
namun semua insan percaya
kepergian adalah kembali yang azali
menju jendela nirwana
pada tepian maha tuan bertakhta
kepada pemilik kuasa
miliaran dedoa dilabukan
berikanlah surga bagi mereka
pun bagi kami yang masih berziarah
Kb, 02 November 2019
