Bunda tiada noda
Bersama hening menyayat bisu kami mengagumimu
Menyeka wajahmu dengan niat sesuci hatimu
Tak jenuh merapal namamu dalam ziarah bernama dunia
Sepanjang malam yang legam wajah
Jejak ini belum cukup membanggakanmu
Dalam cerita dan khusyuk doa bergantian
Menyukakanmu pada waktu
Buatmu yang tersuci
Kami menimangmu penuh merenda
Berkalut jiwa karena tak ingin kehilanganmu
Perawan yang diidamkan dunia
Bersama seribu peluh yang menyekat rasa dan doa
Datang tanpa malu menyayangimu sekali lagi
Walau lentera kami kian kelam kehabisan minyak
Dan jemari kami tak cukup kuat merangkai wajahmu seindah surga
Bunda tersuci
Kepadamu kami datang bersimpu
Menyemai angan kami yang mati sepanjang musim
Dan kalut kami yang sukar menhilang
Dalam lindunganmu, kami berserah diri
Dengan janji kami tak rela pergi
Sebelum ibu hadir kembali
Menanyakan surga itu pada hidup kami
(Yandris Toland)