suluhnusa.com – Partai Solidaritas Indonesia merupakan salah satu kontestan baru di dalam panggung perpolitikan di Tanah Air ini.
Kamis 05/04/2018 di pantai Waipukang Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, sejumlah aktivis yang tergabung dalam kepengurusan DPD PSI Kabupaten Lembata melakukan aksi nyata dengan melakukan kegiatan pembersihan di sepanjang Pantai Watan Waipukang dari sampah sampah plastik.
Gerakan aksi bersih sampah plastik di Pantai Waipukang ini secara tidak langsung memberikan edukasi penting bagi masyarakat akan pentingnya menjaga dan memelihara lingkungan dari sampah sampah anorganik. Aksi sederhana ini bukan tanpa sebab dilakukan, namun lebih pada didorong oleh sebuah hasrat yang sama dalam tubuh partai yang dinakodai oleh Grace Natalia ini, bahwa menyelamatkan bumi mesti harus dilaksanakan dengan hal hal yang paling sederhana.
Sementara itu, PSI sebagai partai politik, dituntut untuk lebih peka terhadap apa yang menjadi harapan publik, dengan melakukan terobosan terobosan yang populis dan pro terhadap kepentingan masyarakat.
Seperti yang dituturkan Ketua DPD PSI Kabupaten Lembata yang akrab di sapa Agil Uran
“Dari sekian banyak cara untuk menyelamatkan bumi ini satu diantaranya adalah membuang sampah pada tempatnya. Ini adalah salah satu cara positif yang patut ditanamkan kepada anak cucu dan lingkungan sekitar kita, bahwa untuk menjaga keberlangsungan hidup seluruh ekosistem yang menghuni jagat raya ini, kebersihan dari sampah plastik adalah patut diperjuangkan demi mencapai keberlanjutan hidup di alam raya ini,” ungkap Agil
Karena tanpa kita sadari, lanjut Agil yang juga sang Guru Madrasah Aliyah yang berlokasi di Wangatoa Lewoleba ini, dampak dari membuang sampah sembarangan adalah mengakibatkan terjadinya berbagai jenis permasalahan yang tentunya pasti kita alami, mulai dari bertumbuhnya berbagai jenis penyakit sampai pada merosotnya kualitas lingkungan akibat pembuangan sampah sembarangan yang sulit dikendalikan.
“Apalagi seperti yang kita ketahui bersama, bahwa hampir seluruh desa desa di seputaran Gunung Ile Ape, adalah berada di sepanjang pesisir pantai,” ungkap Agil.
Sementara itu, salah satu pengurus PSI Lembata, Yono Tukan menjelaskan jika jika pengelolaan sampah plastik tidak segera dikampanyekan, maka semua persoalan tentu akan bisa terjadi dikemudian hari. Yono Tukan yang juga seorang Arsitek muda yang kini bergabung dalam partai ini mengungkapkan bencana ekologis merupakan konsekuensi yang bisa akan terjadi jika manusia tidak mampu mengontrol dirinya untuk menjaga lingkungan dengan baik.
“Artinya bahwa, pengelolaan sampah sampah anorganik yang benar merupakan sebuah hal yang patut dikampanyekan dan dilakukan agar lingkungan hidup bisa terjaga keberlangsungannya,” ungkap Yono, Master Arsitek lulusan Universitas Udayana Bali ini.
Dalam kesempatan bakti sosial ini, juga hadir para siswa SMPK AMPERA dan juga beberapa masyarakat waipukang yang turut berpartisipasi secara spontan dalam membersihkan pesisir pantai Watan Waipukang bersama seluruh jajaran kepengurusan DPD PSI Kabupaten Lembata.
Disela-sela kegiatan tidak terlepas dari canda dan tawa para warga masyarakat ; “Ama jaman sekarang ini ternyata masih ada partai yang peduli dengan sampah e “, tutur Petrus Neru Pureklolon yang di kenal sebagai nelayan dan tukang “iris tuak” di Waipukang dengan tawanya yang khas.
Kegiatan sederhana aksi bersih sampah plastik ini, sangat diharapkan terus menerus dilakukan, agar seluruh ekosistem khususnya ekosistem laut tetap terjaga keberlangsungannya demi kepentingan anak cucu kita kelak .
Jangan hanya menunggu dari pihak tertentu, tetapi mulailah dari diri kita masing-masing. Karena bukan kita yang melakukannya, siapa lagi dan kalau bukan sekarang kita lakukan kapan lagi? ***
Oby E




