Sembilan Pasang Mahasiswa/i Unflor Terjaring Razia

suluhnusa.com – Pemerintah Kelurahan Paupire Membentuk tim Razia yang secara terus menerus untuk melakukan Operasi ketertiban Sosial lingkungan di Wilayah Kelurahan Paupire

Operasi ini dilakuakn atas Kerjasama pihak Kelurahan dengan Satuan Polisi Polsek Ende dan satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ende serta Koramil 1602 – 01 Ende

Hari Minggu 04 Desember 2016 tim Razia kelurahan paupire kembali melakukan razia.

Dalam razia tersebut tim menemukan sembilan pasangan yang di duga bukan pasangan suami istri yang dengan identitas diduga masi status sebagai mahasiswa pada Universitas Flores Ende.

Fidel lurah Paupire yang di temui di lokasi minggu 04 desember 2016 mengatakan pihaknya bersama tim melakukan razia pada hari minggu 04 desember 2016 ini bertujuan untuk menertipkan lingkungan sekitar kelurahan khususnya terutama pada masalah sosial.

“Dalam operasi tersebut kami berhasil menjaring 9 pasangan yang diduga kuat bukan pasangan suami istri hal ini di buktikan dengan pemeriksaan identitas mulai dari KTP dan Kartu keluarga dari sembilan pasang tersebut”, ungkap Fidel.

Kesembilan pasang tersebut dibawa ke Kantor Kelurahan untuk dilakukan pembinaan dan tindakan yang lebih efisien untuk mencegah agar tidak kembali terjadi dan akan menjadi efek jera bagi yang lainnya

Fidel menambahkan mahasiswa tersebut di duga kuat bahwa mahasiswa asal kampus universitas flores.

“Karna berdasarkan data pada kelurahan Paupire ini penduduk mahasiswa terbanyak adalah mahasiswa Universitas Flores”, ungkap Fidel.

Oskar Figator Sekertaris Pusam Indonesia yang juga merupakan warga kelurahan Paupire ketika di minta tanggapan terkait dengan terjaringnya sembilan pasang mahasiswa dalam razia tersebut yang di duga kuat adalah mahasiswa Universitas Flores.

Beliau mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan mahasiswa ini diakibatkan karna kurangnya pendidikan moral yang di bekali oleh pihak kampus mengakibatkan tingka laku mahasiswa di lingkungan masyarakat semakin tidak di budaya dengan baik hal ini suda terbukti bahwa banyak mahasiswa di kelurahan paupire ini yang hidup satu kamar kos dengan satatus bukan suami istri.

Oskar menambahkan untuk mengatasi ini pihak Kelurahan sebaiknya terus melakukan razia ini dan bila perlu bersurat kepada pihak kampus bisa memberikan pendidikan moral bagi mahasiswanya sehingga tidak memberikan contoh yang tidak baik bagi kita masyaraka di lingkungan Kelurahan Paupire. (f.siga)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *