suluhnusa.com_ Kisah Natal tak bisa pisah dengan sosok orang tua berjenggot panjang, rambut putih, Santa Klaus namanya. Dan Belgia tidak terlepas dari kisah coklatnya. lalu bagaimana kisah natal, coklat dan santa Klaus di Belgia pada pasar malam akhir tahun? Ini kisahnya, seperti yang dituturkan Margaretha Wenge, Kontributor suluhnusa.com dari Belgia dan ditulis kembali oleh Sandro wangak.
Negara Belgia, terkenal dengan kue tradisional waffle atau Coklat. Karena produksi kue coklatnya yang meningkat dengan rasa yang khas, tak jarang orang lalu menyebut Belgia sebagai Negara Coklat. Dimana-mana dan kapan saja, coklat dengan muda ditemukan.
Belgia memproduksi 220.000 ton coklat lezat setiap tahunnya. Puncak kejayaan coklat Belgia yaitu pada 1912, ketika coklat praline pertama kali lahir di Kota Brussel. Salah satu pembuat coklat terbaik di Brussel, La Maison des Maîtres Chocolatiers Belges, setiap akhir pekan mengumpulkan pembuat cokelat terbaik di seluruh Belgia dan mendemonstrasikan pembuatan cokelat dalam bahasa Inggris kepada wisatawan.
“Dan Ini pengalaman pertama saya dan keluarga melewati natal di Belgia, pada akhir tahun 2013 ini. Banyak hal yang indah dan menarik. Semuanya khas negara Belgia. Kami Orang Lembata salah satu pulau di Nusa Tenggara Timur, beragam Kristen tentu bahagia bisa melewati natal dan tahun baru di Negara kaya coklat ini.”
Sebab, selain terkenal dengan kue tradisionalnya itu, selalu menyuguhkan kisah tentang Santa Klaus, kue coklat yang dirayakan setiap akhir tahun secara turun temurun sejak abad keempat saat Kristen berkembang pesat di Negara ini.
Anak-anak Belgia senantiasa menanti momen seperti ini sebab sudah menjadi tradisi secara natal turun temurun yaitu santa claus dan zwaarte piet, bukan hanya anak-anak tetapi juga orang dewasa.
Ada hal yang unik di Belgia menjelang natal dan perayaan akhir tahun yakni pasar malam khusus natal. Pasar mala mini selain menjual pernak pernik natal juga ada makanan dan minuman hangat seperti blue vin, red vin, coffe dan coklat asli belgia khususnya. Walau cuaca 5 derajat celcisu tetapi tidak menyurutkan semangat Natal yang indah dan suasana malam yang penuh dengan lampu-lampu hias dan pohon-pohon natal yang terpajang sepanjang lorong dan disetiap sudut kota.
Untuk tahun ini pasar malam khusus natal dan akhir tahun sudah dilaksanakan sejak awal desember lalu sampai dengan tanggal 5 Januari 2014 mendatang. Dan kami sekeluarga bahagia merayakan natal dan menikmati coklat bersama santa Claus yang sering muncul tanpa diduga.
Pasar malam Natal khas bisa dinikmati di Kota Brussels, Belgia sepanjang bulan Desember. Pasar malam Natal digelar di sejumlah tempat seperti Grote Markt. Di pasar malam Natal ada banyak jualan pernak-pernik, kerajinan tangan dan suvenir. Makanan yang wajib dicoba tentu saja wafel khas Belgia, donat gula yang disebut croustillons. Dan kami sekeluarga tidak melewati pasar malam Natal di Brussels sebagai waktu yang tepat untuk membeli coklat Belgia.
Dari Sosis Jerman sampai Coklat Belgia
Waffle adalah kue tradisional Belgia yang telah dikenal dunia. Resep makanan ini sangat dijaga secara turun temurun tanpa mengurangi ataupun menambah resep aslinya. Saat ini, sudah banyak ditemukan kedai waffle dengan keunikannya tersendiri. Salah satu jenis waffle yang paling dikenal adalah waffle Brussel. Waffle ini memiliki ukuran yang sangat besar dan bertekstur lembut dan renyah. Cita rasa waffle ini semakin istimewa dengan tambahan buah segar, cokelat dan juga es krim.
Tidak hanya waffle Brussel, dunia juga mengenal Belgia sebagai kota penghasil cokelatnya. Bahkan, di seluruh kawasan di Belgia sudah banyak ditemukan sejumlah kedai dan pabrik cokelat. Akan tetapi, cokelat yang paling terkenal adalah cokelat Brussel. Kedai cokelat yang paling banyak di jumpai di Belgia adalah di kawasan La Grand Palace.
Lain Belgia. Lain pula Jerman. Demikian juga dengan Belanda. Sejak zaman kuno, warga Jerman telah menjadikan sosis sebagai makanan favorit mereka. Tak heran apabila saat ini sosis banyak kita jumpai di pasaran. Di Jerman, sosis terkenal dengan nama bratwurst. Daging yang digunakan dalam pembuatan sosis biasanya adalah daging babi.
Namun, ada juga sosis yang menggunakan bahan dasar daging ayam dan sapi. Keunikan dari jenis makanan yang satu ini adalah cara menyantapnya, yakni dengan menggunakan roti saja, tanpa menambahkan sayuran. Selain sosis, kuliner Jerman lain yang bisa dicoba adalah apple strudle dan kue nougat bretzel.
Hampir sama dengan Jerman, Belanda juga memiliki kuliner khas yang telah dikenal, salah satunya adalah pofertjies. Jenis makanan yang satu ini terbuat dari bahan dasar tepung, gula, dan susu yang dicampur dengan mentega. Pofertjies memiliki tekstur yang lembut dan cocok dinikmati dalam kondisi panas.
Kudapan khas Belanda ini memiliki bentuk lebih pipih. Saat ini, pofertjies telah dikenal di Tanah air. Umumnya, makanan ini dapat kita temukan di kaki lima ketika digelar pasar malam. Selain itu, kita juga bisa mencicipi makanan khas Belanda lainnya, yakni cotton candy atau gula kapas.
Pasar malam Indonesia di Belgia
“I am planning to go to Indonesia with my family for a summer vacation” (saya berencana berkunjung ke Indonesia bersama keluarga untuk liburan musim panas). Demikian dikatakan Philip Heylen, Wakil Walikota Antwerpen untuk urusan budaya dan pariwisata, saat menghadiri acara Pasar Malam Indonesia yang diselenggarakan KBRI Brussels bekerjasama dengan Museum Etnografis, bulan Juni 2009 lalu.
“Indonesia tidak asing lagi bagi saya mengingat bahwa masyarakat Indonesia, baik yang masih berstatus WNI maupun yang sudah menjadi warga negara Belgia yang tinggal di Antwerpen jumlahnya cukup banyak,” demikian menurut Royhan N. Wahab, Sekretaris Ketiga Pensosbud/Diplik meniru ucapan Wakil Walikota Antwerpen saat itu.
Pasar Malam ini diadakan dalam rangka penutupan museum yang terletak di tengah kota. Museum ini akan pindah ke gedung baru pada pertengahan tahun 2010 yang terletak di pinggiran kota, salah satu pelabuhan terbesar di Eropa.
Pada pasar malam ala Indonesia di Belgia ini, KBRI Brussel bersama warga Indonesia menampilkan aneka jajanan pasar, kuliner tradisional khas Indonesia, produk-produk budaya, kesenian gamelan dan tari-tarian tradisional. KBRI Brussel antara lain menampilkan tari pendet, rantak dan margapati.
Pengunjung puas atas penyelenggaraan Pasar Malam yang mengusung tema “one stop shopping.”Sebuah tema yang diangkat KBRI Brussel, dimana para pengunjung dapat menikmati persembahan seni sambil mencicipi aneka masakan khas Indonesia dan membeli barang-barang suvenir. Beberapa makanan yang disajikan, diantaranya gado-gado, masakan Minang, masakan Bali dan pempek Palembang, menjadi obat penghilang kerinduan akan masakan Indonesia di Belgia.
Sekitar 150 WNI yang juga hadir di pasar malam itu menyatakan senang dan bangga atas penyelenggaraan pasar malam. Beberapa tahun sebelumnya, KBRI Brussel juga pernah bekerjasama dengan Museum Etnografis untuk pertunjukan kesenian Indonesia. “Kami akan mempertahankan kerjasama yang telah terjalin dengan baik ini ke depan karena hal ini merupakan suatu tanda meningkatnya citra Indonesia di Belgia,” imbuhnya.
Pasar Malam Indonesia ini merupakan kegiatan promosi dengan biaya elatif murah, namun memiliki dampak cukup besar. Dikenalnya Indonesia di kota Antwerpen, baik oleh pejabat maupun masyarakat setempat, merupakan keuntungan tersendiri bagi KBRI Brussels untuk lebih meningkatkan citra Indonesia di Eropa, khususnya di Belgia. (***)






