suluhnusa.com – Usia 0-8 tahun anak merupakan saat dimana perkembangan otak anak paling maksimal, atau disebut sebagai “Golden Age”.
Pada masa delapan tahun pertama ini, anak-anak harus diberikan stimulasi, makanan yang sehat, perlindungan, serta pengasuhan yang benar sehingga menghasilkan generasi penerus bangsa yang unggul.
Hal ini disampaikan oleh Muhammad Thamrin, Program Area Manager Plan International Indonesia Program Area Lembata saat membuka workshop pengembangan anak usia dini holistic integrative (PAUD HI) di Hotel Olimpic, Lewoleba, 1 November 2016.
Menurut Thamrin, peran orang tua sangat besar dalam membentuk karakter dan kualitas perkembangan anak.
Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI) ini, merupakan pengembangan dari kelas pengasuhan anak (parenting) yang dilakukan oleh Plan International dan Bina Keluarga Balita dari pemerintah.
Pelaksanaan Program BKB HI akan membantu orangtua dalam mengasuh anak di masa pertumbuhan dan perkembangan anak.
Masa ini sangat dipengaruhi oleh kualitas pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak usia dini. Pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki orang tua terkait pengasuhan yang efektif sangat mempengaruhi cara orang tua dalam mengasuh, merawat, mendidik dan melindungi anak.
Kegiatan yang diimplementasikan oleh LembagabPenelitian dan Pengembangan Masyarakat Lembata (LPPM) sebagai mitra Plan International ini, dihadirioleh 10 pemerintah desa dari Kecamatan Omesuri dan Buyasuri, serta SKPD di Kabupaten Lembata seperti Bappeda, BPPKB, DINKES, PLS PPO, PKK Kabupaten, GOPTKI, BPMD, HIMPAUDI, dan Dinsos.
Melalui workshop ini diharapkan agar penyelenggaraan layananan anakusia dini menjadi suatu program yang penting untuk diperjuangkan dan dianggarkan baik dalam Rencana tingkat kabupaten maupun dalam RPJM Desa.
Selain itu BKB HI bisa diimplementasikan di masing-masing desa terkait penyelenggaraan layananan anak usia dini sebagai upaya tindak lanjut. (*/sandrowangak)

Untuk melahirkan generasi emas, peran orang tua menjadi kunci utama. Proses pembelajaran bagi anak pertama sekali dimulai dari dalam keluarga dan orang tua sebagai guru. Perubahan pada pola sosial masyarakat dunia saat ini sangat mengharapkan peran utama orang tua tidak hanya sebagai pencari nafkah, pengasuh, pendidik, pembimbing saja. Tetapi bagaimana orang tua bisa masuk ke dunia mereka , berjalan bersama-dengan mereka..
Menjadi generasi emas bangsa Indonedia tidak hanya di tentukan oleh kempuan kongnitif dari si anak.. tetapi.. dalam diri si anak harus ada keseimbangan antar SQ, IQ dan EQ…
Di samping itu menjadi unnggul anak anak ini harus berbudaya dan beradat.
Dalam sebuah penelitian pengaruh eksternal dalam diri anak hanya beberapa persen saja, namun 99 % adalah faktor orang tua. Karena orangntua adalah sosok yang di tiru, diteladani dan di guguh oleh si anak. Hubungan emosional antara orang tua dengan anak bagaikan layang layang dengan benangnya dan angin hanya sebagai pendukung.