suluhnusa.com-Sejak Presiden Jokowi Menjabat sebagai RI 1, Provinsi Nusa Tenggara Timur berlangganan menggelar even nasional. Jokowi lebih sering ke Nusa Tenggara Timur ketimbang provinsi lain. Ini harus diakui.
Dan seluruh kegiatan nasional yan digelar di Nusa Tenggara Timur selalu berakhir dengan sukses. Memberi kesan baik. menorehkan cerita indah. Kesuksesan ini tidak terlepas dari peran seorang Gubernur Nusa Tenggara Timur yang bernama Frans Lebu Raya itu.
Semua pihak termasuk lawan politik harus mengakui kepiawaian seorang Lebu Raya dalam melobi ke pusat untuk merebut even nasional itu. Terlepas dari kepiawaian melobi dan bernegosiasi menjual potensi NTT di Pusat, keberhasilan ini juga member bukti bahwa Lebu Raya cukup didengar dan sangat dekat dengan Jokowi Si Presiden itu.
“Saya berteman dengan Jokowi. Dan kalau saya ingin salah satu even nasuonal itu digelar di NTT, saya tidak perlu prosedur resmi. Cukup saya bisik saja, presiden pasti mau,” tegas Lebu Raya suatu saat pada kesempatan makan malam bersama warga d rumah jabatan saat perayaan Festiva Budaya Melanesia.
Dan untuk tahun 2016, Lebu Raya kembali kekentalan persahabatannya dengan Jokowi. Pasalnya, pusat perayaan Hari Nusantara 2016, Desember mendatang akan digelar di Lembata. Negeri ikan paus yang sebelumnya kesohor dengan nama Lomblen atau Lepan Batan itu.
Pada pusat perayaan ini, bukan hanya menteri yang datang. Tetapi Sang Presiden, Jokowi juga dipastikan hadir.
Karena Jokowi pastikan hadir, dan melibatkan hampir 5000 an tamu dari seluruh Indonesia, maka Penjabat Bupati Lembata, Petrus Sinun Manuk menegaskan agar Lembata tidak boleh membuat Lebu Raya malu.
“Pa gubernur selalu sukses menggelar even nasional baik di Kupang maupun di daerah lain di NTT. Ini saatnya Lembata mendapat giliran. jangan buat malu ya,” ungkap Manuk saat meninjau lokasi perayaan Harnus di pelabuhan Lewoleba awal September 2016 silam.
Untuk mensukseskan Harnus itu, Sinun Petrus Manuk, setelah menggelar rapat bersama panitia lokal, 3 September 2016, langsung meninjau lokasi perayaan Harnus yang dipindahkan dari Waomiten ke Pelabuhan Lewoleba.
Kepada wartawan dipelataran pelabuhan, manuk menegaskan untuk Hari Nusantara 13 Desember 2016 mendatang, lokasi puncak Hari Nusantara (Harnus) terpusat di Pelabuhan Lewoleba bukan di Watomiten, desa Bour Kecamatan Nubatukan seperti yang diusulkan mantan Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur.
Berdasarkan berbagai pertimbangan, Pantia Harnus tingkat Kabupaten, Provinsi dan pusat sudah menyatakan lokasi Harnus itu di pelabuhan Lewoleba bukan di Watomiten.
Salah satu pertimbangannya menurut Manuk, lokasi pelabuhan itu milik Pemda, lahannya luas bisa menampung ribuan orang, pintu masuk Kota Lewoleba, dan muda dijangkaui masyarakat Lewoleba dari berbagai daerah yang ingin menghadiri puncak Harnus tersebut.
Di Watomiten, jaraknya jauh sekita 17 kilo meter dari kota Lewoleba, lahanya milik masyarakat dan yayasan, lahan tidak memadai untuk menampung ribuan orang dan sulit dijangkaui masyarakat yang ingin menghadiri puncak acara Harnus yang dihadiri Presiden Jokowi.
“Kalau di pelabuhan sangat strategis. Dana yang dianggarkan pemerintah pusat untuk menata lokasi hari puncak itu sebesar Rp 10 miliar nanti akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan semua yang dibangun di lokasi itu akan menjadi milik Pemda karena berada dilahan milik Pemda, Beda dengan kalau di Watomiten, akan diapakan fasilitas, sarana dan prasana yang dibangun di lahan milik masyarakat dan yayasan itu?,” ungkap Manuk.
Dia juga menegaskan, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sebagai pengarah Provinsi juga sudah menegaskan, lokasi Harnus itu akan dibangun di seputaran Pelabuhan Lewoleba.
Dan saat meninjau lokasi tersebut, manuk bersama seluruh SKPD melakukan tos bersama sambil menerikan Yel, Lembata Sukses setelah sebelumnya memerintahkan Dinas PU untuk membersikan lokasi, mengukur luas aeal. Juga memerintakan PDAM soal jaringan air serta ketua panita lokal kabupaten untuk mempersiapkan hal hal teknis lainnya secara baik.
“semua yang kita bicarakan dilokasi ini harus segera dilakukan. Jangan hanya iya iya saja. Kalau ada kendala laporkan kepada saya atau pa sekda. SMS dan telp kapan saja untuk koordnasi dengan saya. Asal jangan caci maki. Kita harus optimis, Lembata siap menggelar harnus dengan sukses. Lembata harus membuktikan kita bisa. Jangan buat pa Gubernur malu,” tegas Manuk saat itu. (sandrowangak)
