Kini pagi berlabu
Sandarkan peluh pada bahu
Wajah kaum ayah utarakan selaska harap
Pada persimpangan lahan
Terkuai seribu satu penat
Deretan padang gersang
Berbatu ganas mesti nya
Sekeras beton pada hujung nya
Kaum ayah kekar kan tubuh
Dari onggokan tanah tanpa serpihan
Kian batu bersembunyi di balik gumpalan
Cangkul mu kau ayuh
Jauh ke atas
Pantul mentari enggan singgah
Pada pekat nya tanah
Terterah tebal di atas ujung besi tua mu
Garis tangan mu tertulis sehaska
Jiwa
Demi kami
Syair anak pipit
Menyatu dalam gemah nolstalgia mu
Senyum ria abaikan bulir letih mu
Sehelai topi bernaung pada kepala mu
Dalam ruang panasnya hari
Tangan kasar mu tak
Kau gubris demi kami
Raga mu yang letih tak
Kau kisah untuk kami
Letih jiwa mu tak
Kau sandakan pada naluri kami
Semangat mu bukan batu sandungan
Untuk berhenti menaruh harap
Kian berseri
Kami ukir semangat belajar kami
Di bawah ALAS kaki mu yang kusam
Di tutupi kerasnya tanah
Semangat mu masa depan kami
Peluh mu sukses kami
Letih mu semangat kami
Pacul yang dalam
Agar kami tau bahwa hidup ini tidak selamanya selicin lumut hijau
Kadang kami harus tau
Bahwa tanah juga memberi keras pada raga
Fanni Stefani