KALABAHI — Langkah Pioner FC di turnamen Budi Artha Mandiri Cup 2026 resmi terhenti. Tim asal Alor Kecil itu harus mengubur ambisi melangkah lebih jauh setelah dihantam Mola FC dengan skor telak 0-3 pada babak 16 besar di Stadion Batunirwala, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Mola FC tampil lebih efektif sejak menit awal. Pioner FC justru harus menghadapi tekanan bertubi-tubi dan kesulitan mengembangkan permainan.
Petaka datang saat laga baru berjalan tiga menit. Afrizal berhasil membuka keunggulan Mola FC melalui sontekan di depan gawang setelah menerima umpan silang dari rekannya. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Mola FC yang berada di bawah asuhan Zulkarnaen Mahmud semakin percaya diri. Keunggulan tersebut membuat permainan mereka lebih lepas, sementara Pioner FC berusaha mencari celah untuk mengejar ketertinggalan.
Namun, Mola kembali menghukum Pioner pada menit ke-33. Arif Rahman melepaskan sepakan setengah voli dari depan gawang yang gagal diantisipasi penjaga gawang Pioner.
Mola FC unggul 2-0. Pioner FC mencoba mengubah situasi. Sejumlah pergantian pemain dilakukan Adi Bing untuk membongkar pertahanan Mola FC.
Namun, berbagai upaya tersebut belum mampu menghasilkan gol.
Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Pioner justru kembali kebobolan.
Pada menit ke-60, Arif Rahman kembali mencatatkan namanya di papan skor. Sepakan kerasnya merobek gawang Pioner FC sekaligus mengubah kedudukan menjadi 3-0.
Hingga peluit panjang berbunyi, Pioner FC gagal mencetak gol balasan.
Kekalahan tersebut memastikan perjalanan Pioner FC berakhir di babak 16 besar, sementara Mola FC berhak melanjutkan perjuangan ke babak delapan besar.
Pertandingan juga berlangsung dalam tensi tinggi. Beberapa pemain Pioner FC sempat melancarkan protes keras terhadap keputusan wasit yang dinilai merugikan tim mereka.
Namun, protes tersebut tidak mengubah hasil akhir. Pioner FC harus menerima kenyataan pahit tersingkir dengan kekalahan tiga gol tanpa balas.
Sementara itu, pada perntandingan kedua, diketahui keaeblasan tim Moru United FC menjadi tim terakhir yang memastikan tiket ke babak delapan besar Budi Artha Mandiri Cup 2026 setelah menundukkan Paris Generation FC dengan skor tipis 1-0 di Stadion Batunirwala, Sabtu (15/8/2026).
Moru United memilih bermain lebih pragmatis dengan mengandalkan serangan balik. Namun, hingga babak pertama berakhir, kedua tim sama-sama gagal mencetak gol.
Memasuki babak kedua, Paris Generation meningkatkan tempo. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi buruknya penyelesaian akhir membuat bola tak kunjung bersarang di gawang Moru United.
Drama kemudian terjadi ketika pertandingan memasuki menit ke-45.
Moru United memperoleh peluang melalui tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan Paris Generation. Bola sempat memantul sebelum Peter melepaskan sepakan mendatar yang mengarah ke gawang dan mengubah skor menjadi 1-0.
Namun, Gol tersebut langsung memicu protes keras pemain Paris Generation. Mereka menilai bola sebelumnya telah keluar lapangan sehingga proses terjadinya gol seharusnya tidak dilanjutkan. Wasit Ichal tetap mengesahkan gol tersebut, Moru United pun memimpin 1-0.
Tertinggal satu gol, Paris Generation FC semakin agresif. Mereka menggempur pertahanan Moru United dari berbagai sisi. penyelesaian akhir membuat usaha tersebut kembali menemui jalan buntu. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang.

Moru United FC akhirnya memastikan tiket ke babak delapan besar, sementara Paris Generation FC harus mengakhiri perjuangannya di babak 16 besar.
Pertandingan tersebut sekaligus menjadi laga penutup babak 16 besar Budi Artha Mandiri Cup 2026.
Babak delapan besar dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026. Jadwal tersebut mengalami penyesuaian karena rangkaian pertandingan memberi ruang bagi masyarakat untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Budi Artha Mandiri Cup 2026 kini memasuki fase yang semakin menentukan. Delapan tim tersisa akan kembali bertarung demi tiket menuju babak berikutnya.
Di luar arena pertandingan, KSP Budi Artha Mandiri juga disebut tengah menyiapkan ekspansi layanan ke sejumlah wilayah di Timor, termasuk Soe, Kefamenanu, Atambua, dan Malaka.
Rencana tersebut akan disesuaikan dengan agenda setelah penyelenggaraan Open Turnamen Budi Artha Mandiri Cup 2026.
Semangat yang diusung KSP Budi Artha Mandiri: “Bersama Budi Artha Membangun Kemandirian NTT.”+++
j.k
