KALABAHI – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Kantor Perwakilan LPS II kembali memperkuat edukasi literasi keuangan bagi generasi muda melalui program LPS Goes to Campus yang digelar di Universitas Tribuana Kalabahi, Kabupaten Alor, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur itu diikuti sekitar 200 mahasiswa yang antusias mengikuti berbagai materi terkait literasi dan inklusi keuangan.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian Ekspedisi NTT yang sebelumnya telah diselenggarakan di Pulau Sumba pada April 2026. Melalui kegiatan ini, LPS terus memperluas jangkauan edukasi publik, khususnya kepada generasi muda di wilayah NTT.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai peran dan fungsi LPS dalam menjaga stabilitas sistem perbankan nasional, termasuk pentingnya perlindungan simpanan nasabah.
Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang bijak, pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara tepat, serta kewaspadaan terhadap berbagai risiko keuangan.
Rektor Universitas Tribuana Kalabahi, Elia Maruli, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan LPS Goes to Campus ini. Kehadiran LPS, BI, dan OJK sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam meningkatkan literasi keuangan,” ujarnya.
Menurut Elia, kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap sistem perbankan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa simpanan yang ditempatkan di bank dijamin oleh LPS.
“Kami berharap mahasiswa semakin memahami dan memiliki kepercayaan terhadap sistem perbankan karena simpanan masyarakat dijamin oleh LPS,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang S. Hidayat, menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Tribuana Kalabahi semakin termotivasi untuk terus mencari, memahami, dan memanfaatkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan literasi keuangan,” ungkap Bambang.
Menurutnya, informasi merupakan aset yang sangat berharga bagi mahasiswa karena dapat menjadi dasar dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat dan bertanggung jawab.
“Informasi ini merupakan aset yang sangat berharga, terutama bagi mahasiswa, karena dapat menjadi bekal dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat di masa depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa mahasiswa yang telah memperoleh edukasi diharapkan mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sehingga tercipta efek pengganda yang dapat meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di daerah.
Melalui sinergi antara LPS, OJK, dan BI, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sistem keuangan nasional sekaligus mendorong terbentuknya perilaku keuangan yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya bersama menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta mendukung pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.+++
j.k
