Korkab P3MD Alor: BLT Bukan Alasan Petani dan Nelayan Tinggalkan Pekerjaan

Peningkatan kapasitas pengelola agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

ABAD – Di tengah tantangan pemerataan akses pendidikan di wilayah pedesaan, Pemerintah Desa Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya (Abad), Kabupaten Alor, mengambil langkah strategis dengan menghadirkan perpustakaan desa sebagai pusat literasi dan pembelajaran masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Kabupaten (Korkab) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Alor, Ramli Adjar, saat menghadiri syukuran peresmian Gedung Perpustakaan Desa Wolwal yang berlangsung di Kantor Desa Wolwal, Sabtu, 20 Juni 2026.

Menurut Ramli, pembangunan perpustakaan yang didanai melalui Dana Desa merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat desa.

“Perpustakaan Desa bukan sekadar bangunan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, berdaya, dan sejahtera,” tegas Ramli.

Ia menjelaskan, pembangunan perpustakaan desa tidak hanya mencakup pembangunan fisik gedung, tetapi juga pengadaan koleksi buku, fasilitas pendukung, serta peningkatan kapasitas pengelola agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

Ramli menyebutkan terdapat lima tujuan strategis pembangunan perpustakaan desa, yakni pemerataan akses informasi dan edukasi, peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan ekonomi masyarakat, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, serta pelestarian budaya dan informasi desa.

Menurutnya, kehadiran perpustakaan menjadi jawaban atas keterbatasan akses masyarakat desa terhadap sumber belajar dan informasi yang selama ini lebih banyak tersedia di wilayah perkotaan.

“Melalui perpustakaan, masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, meningkatkan keterampilan, dan memperluas wawasan,” ujarnya.

Selain mendukung pendidikan formal dan nonformal, perpustakaan juga diharapkan menjadi pusat kegiatan edukatif seperti pelatihan, diskusi, serta ruang belajar bersama yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ramli menambahkan, koleksi buku yang tersedia juga diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan hingga kewirausahaan.

Ia mengungkapkan, pembangunan perpustakaan yang dibiayai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025 tersebut menelan biaya lebih dari Rp300 juta dan telah dilengkapi empat unit komputer serta berbagai koleksi bacaan yang relevan dengan potensi desa.

Dalam kesempatan yang sama, Ramli menjelaskan pemerintah saat ini menerapkan dua skema penyaluran Dana Desa. Skema pertama merupakan penyaluran reguler yang difokuskan pada delapan prioritas penggunaan Dana Desa. Sementara skema kedua diarahkan untuk mendukung pengembangan program Koperasi Merah Putih.

“Apabila ada pembahasan lebih lanjut mengenai Koperasi Merah Putih, maka akan dilakukan bersama Dinas Koperasi agar pengembangan usaha koperasi dapat berjalan maksimal,” katanya.

Ramli juga menyoroti keterbatasan alokasi Dana Desa yang diterima Desa Wolwal pada tahun ini yakni sebesar Rp256 juta. Anggaran tersebut harus dibagi untuk berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, Dana Desa pada prinsipnya hanya difokuskan pada dua bidang utama, yakni pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Pada sektor pembangunan, anggaran digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pembangunan rabat jalan, tembok penahan tanah (TPT), perpustakaan desa hingga fasilitas pendukung koperasi.

Selain itu Ramli juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai sumber penghasilan utama.

Menurutnya, BLT merupakan bantuan stimulan yang diberikan pemerintah untuk membantu kebutuhan dasar keluarga dan menekan angka kemiskinan, bukan untuk menggantikan pekerjaan produktif masyarakat.

“Jangan sampai karena ada BLT, petani meninggalkan pekerjaannya sebagai petani dan nelayan meninggalkan profesinya sebagai nelayan. BLT hanya membantu menopang kebutuhan keluarga,” tegasnya.

Ia berharap seluruh bantuan pemerintah yang masuk ke desa dapat dimanfaatkan secara bijak tanpa mengurangi semangat masyarakat untuk bekerja dan mengembangkan usaha produktif.

Ramli juga menegaskan bahwa seluruh program pembangunan desa yang dijalankan saat ini merupakan hasil musyawarah masyarakat mulai dari tingkat dusun hingga desa yang kemudian dituangkan dalam dokumen RKPDes dan APBDes.

“Hari ini kita bersyukur bersama bukan sekadar kegiatan seremonial. Bangunan ini adalah aset masyarakat Desa Wolwal yang harus dimanfaatkan dan dijaga bersama,” pungkasnya.+++


j.k


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *