Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan, Wens O. Pukan yang menekankan pentingnya inovasi, kompetensi guru, dan pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah terpencil.
Wenseslaus menyatakan, kondisi pendidikan Lembata saat ini sedang berupaya meningkatkan akses dan kualitas, terutama di daerah yang sulit dijangkau.
Teknologi Mendalan IN Service disebut menjadi kunci untuk menjembatani kesenjangan pembelajaran antara wilayah kota dan pedalaman.
Teknologi untuk Pemerataan Pendidikan
Pelatihan IN Service 2 tidak hanya memfasilitasi kemampuan penggunaan teknologi, tetapi juga membekali peserta dengan metode pembelajaran yang efektif, penilaian berbasis kompetensi, hingga cara memantau implementasi pembelajaran di kelas.
Teknologi ini juga menghadirkan solusi untuk kendala jaringan di wilayah tertentu, termasuk materi yang dapat diunduh dan penggunaan perangkat hemat daya.
Pengaruh pada Prestasi Peserta Didik
Kepala Dinas menekankan bahwa pembelajaran yang lebih interaktif akan berdampak langsung pada peningkatan prestasi peserta didik, terutama dalam kemampuan abad ke-21 seperti komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Program ini juga mendorong guru untuk mengintegrasikan budaya dan potensi lokal Lembata dalam materi ajar, mulai dari tarian Cakalele, sejarah Lamaholot, hingga potensi pertanian dan perikanan.
Dukungan Orang Tua dan Pelaporan Berkala
Sekolah diharapkan aktif mendokumentasikan dan melaporkan implementasi teknologi ini setiap tiga bulan kepada Dinas Pendidikan, guna melakukan evaluasi dan pengembangan program berkelanjutan. Kepala sekolah dan guru juga diminta melibatkan orang tua dalam mendukung penggunaan teknologi pembelajaran di rumah.
Akses Setara bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Mendalam IN Service 2 memiliki fitur yang dapat disesuaikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dinas Pendidikan berharap fitur ini dipelajari dan diterapkan sehingga seluruh peserta didik mendapatkan akses pembelajaran yang setara.
Kerja Sama dan Penghargaan Sekolah Terbaik
Dinas Pendidikan juga membuka peluang kerja sama dengan LSM, swasta, dan tokoh masyarakat untuk mendukung perangkat pembelajaran dan program pelatihan tambahan. Sekolah dan guru yang menunjukkan penerapan terbaik Mendalan IN Service 2 pada akhir tahun ajaran 2025/2026 akan diberikan penghargaan berupa piagam dan perangkat pendukung.
Ajakan Kepala Dinas Pendidikan Lembata
Di akhir sambutan, Kepala Dinas mengajak semua peserta pelatihan mengikuti kegiatan dengan serius, aktif bertukar pikiran, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah masing-masing. Ia berharap pelatihan ini berjalan lancar, bermanfaat, dan membawa dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Lembata.

Harapan PIC Kegiatan IN-2
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lembat, Suhartin Bungalaleng, menitipkan lima harapan kepada para guru kepala sekolah dan peserta didik. Menurut Suhartin kegiatan menjadikan peseserta semakin terampil menerapkan pembelajaran mendalam
“Guru mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang mengaktifkan murid, menekankan proses berpikir tingkat tinggi, dan menghasilkan pengalaman belajar bermakna. Dan Kepala sekolah menjadi penggerak perubahan. Mereka diharapkan mendorong ekosistem sekolah yang mendukung praktik pembelajaran yang lebih reflektif dan kreatif”, ungkapnya.
Menurutnya terbangunnya budaya kolaborasi dengan harapan agar guru lintas jenjang (SD, SMP, SMA/SMK) saling berbagi, saling menguatkan, dan menerapkan praktik baik di sekolah masing-masing.
Selain itu, munculnya rencana tindak lanjut yang jelas dan terukur sebab setiap peserta pulang membawa rencana nyata untuk diterapkan di sekolah, disertai komitmen monitoring dan evaluasi.
Ia mengajak semua pemangku kepentingan agar memberikan penuh bagi peningkatan mutu pendidikan di Lembata.
“Dinas Pendidikan, pengawas, dan kepala sekolah tetap memberi pendampingan agar implementasi pembelajaran mendalam berjalan konsisten dan berdampak”, tutup Suhartin. +++sandro.wangak




