Bermula Dari Niat, Alex Tifaona Terus Galakan Budidaya Malpari Dari Lembata Untuk Indonesia

LEMBATA – BERMULA dari mimpi sejak kecil yang melihat banyaknya pohon Malapari di pesisir Kota Lewoleba lalu Alex Tifaona mewujudkan mimpi itu dengan niat budi daya Pohon Malapari di Lembata sejak tahun 2022.

Dalam melakukan survei awal Alex Tifaona, CEO PT. Lembata Hira Sejahtera menggandeng BRIN, UPT KPH Lembata dan PT. Santi untuk melakukan riset tentang potensi Malapari dan budidaya di Lembata pada tahun 2022 silam.

Niat Alex Tifaona melakukan budidaya Malapari  Lembata untuk membantu pemerintah dalam menjawab tantangan energi di masa depan.

“Lembata sebagai ikon Malapari hendaknya dapat menjadi semangat bersama untuk menjawab tantangan energi yang tengah dihadapi dunia, termasuk Indonesia,” ungkap Alex Tifaona di Lewoleba, 4 Juni 2025 saat memperingati hari Lingkungan Sedunia.

Kegiatan itu melibatkan  PT. Hira Lembata Sejahtera, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT. Radian Utama Interinsco TBK serta Bupati Lembata bersama para OPD Lingkup Lembata menanam pohon malapari di lokasi eks Harnus Wulen Luo. Rabu, 04 Juni 2025.

CEO PT. Lembata Hira Sejahtera, Alex Tifaona mengatakan sebenarnya penanaman 500 bibit malapari ini kita tanam langsung di lokasi yang sudah ditentukan yaitu di Lamatoka dan Baolali duli yang berada di Kecamatan Ile Ape Timur.

“Berhubung kondisi alam yang kurang baik dan setelah berdiskusi dengan pak Sekda Lembata dan kami memutuskan untuk seremoni penanaman malapari ini dilakukan di Wulen Luo ini dan hari ini kita menanam 50 anakan malapari dan untuk besok 500 anakan yang sudah direncanakan akan di tanam di Lamatoka,” Ucap Alex.

Lebih lanjut Alex Tifaona mengatakan bahwa ini rencana sudah digagas beberapa tahun lalu dengan melakukan sosialisasi di berapa desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Lembata

“Ini rencana sudah lama dan ini merupakan impian besar kami dan dengan berlangsungnya seremoni ini kami berharap malapari ini dapat berkembang dan mampu memberikan banyak manfaat untuk kita semua,” Kata Alex

Senada dengan itu, Bupati Lembata Kanisius Tuaq melalui Asisten tiga Donatus Boli Ladjar mengatakan Kegiatan penanaman Malapari ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap salah satu Program Prioritas Kabupaten Lembata, Prioritas Pemerintah yaitu Ekologi Berkelanjutan.

Donatus yang mewakili Bupati Lembata mengucapkan terima kasih kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional, PT. Radiant Utama Interinsco Tbk, PT. Lembata Hira Sejahtera dan semua pihak yang berkolaborasi menjadikan Kabupaten Lembata sebagai Pilot Project riset budi daya Malapari.

“Saya berharap Lembata sebagai ikon Malapari dapat membangkitkan semangat bersama untuk melakukan pemulihan lingkungan di pesisir pantai, sehingga mampu menghasilkan manfaat ekosistem yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan menjawab permasalahan energi yang tengah dihadapi dunia saat ini.” Harap Donatus.

Sebelumnya diberitakan Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) Lembata melakukan survei penelitian dan dari survei awal kehutanan KPH Lembata, paling sedikit kami temukan 20 tumbuhan Malapari di sepanjang pantai SGB Bungsu.

Ketinggian Malapari mencapai hampir 25 meter dengan diameter batang lebih dari 75 cm,” kata Kepala UPT KPH Lembata Linus Lawe, S.Hut.

Menurut Lawe, saat ini sudah ada sekitar 280 hektar lahan Malapari di dalam Kawasan Kehutanan di Lembata dikelola masyarakat melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan) sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 9 tahun 2021 tentang Perhutanan Sosial.

Gerakan budidaya Malapari di Lembata oleh PT. Lembata Hira Sejahtera adalah gerakan bersama bukan sekedar sebagai pilot project tetapi malapari harus menjadi ikon Lembata. +++sandro.wangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *