


SULUH NUSA, LEMBATA – BAPAKNYA, Seorang Dosen kimia di salah satu universitas swasta di NTT. Lalu anaknya lulusan Institut Teknologi Yogyakarta. Keduanya bertalian ilmu pengetahuan Kimia lalu memutuskan untuk merayakan tahun baru 2024 dengan cara yang berbeda. Mereka menyebut merayakan tahun baru dengan perayaan ilmu pengetahuan.
Adalah Gerardus Diri Tukan dan Cerry Jualianus Pana Tukan. Pada perayaan tahun baru 2024 keduanya memilih untuk merayakan denga cara yang berbeda dari umumnya. Tidak ada hura hura. Tidak ada mabuk Mabukan. Kedunya mengambil jalan perayaan tahun baru 2024 dengan membantu masyarakat Atadei meneliti senyawa kimia di Dapur Alam Karun Atadei dan merubahnya menjadi air tawar. Aneh tapi nyata. Unik dan bermanfaat.

Dihubungi Suluhnusa.com (weeklyline media network), 3 Januari 2023 Gerady Tukan mengungkapkan Sains telah menjadi aspek penting dalam masyarakat modern, yang memungkinkan kita untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang dunia di sekitar kita dan mengembangkan teknologi baru untuk mengatasi masalah-masalah yang rumit.
“Namun, praktik sains tidak sesederhana yang terlihat. Sains didasarkan pada asumsi, gagasan, dan prosedur tertentu yang dipengaruhi oleh kerangka filosofis yang lebih luas yang dikenal sebagai filsafat ilmiah.



Hal ini menurut Gerady, filsafat ilmu pengetahuan bergantung pada berbagai tradisi filsafat untuk menjawab masalah-masalah ini, termasuk epistemologi, empirisme dan etika
“Karena itu ilmu pengetahuan tidak bisa egois dan mati dalam pikiran, ia harus juga berpartisipasi dalam praktik ilmiah, sering kali berkolaborasi dengan masyarakat untuk menciptakan dan meningkatkan ide dan metodologi”, ungkap Gerady Tukan.




Hubungan antara teori dan bukti merupakan topik kajian penting dalam filsafat ilmu pengetahuan. Teori dan model ilmiah berusaha menjelaskan peristiwa yang dapat diamati, tetapi nilai akhir mereka ditentukan oleh kapasitas mereka untuk membuat prediksi yang akurat dan tahan terhadap pengujian empiris. Filsafat ilmu pengetahuan menyelidiki bagaimana hipotesis dikembangkan, diuji, dan dievaluasi kebenaran atau kepalsuannya berdasarkan bukti empiris.
Karena itu mengawali tahun baru, termasuk tahun 2024, Gerady Tukan mengajak anaknya yang baru lulus dari Institut Teknologi Yogyakarta menciptakan air tawar untuk membantu warga Atadei di sekitar Dapur Alam Karun.
Hal ini dilakukan agar ilmu pengetahuan dapat bermanfaat bagi masyarakat.



“Aksi perayaan tahun baru 2024 saya ajak anak saya Chery Tukan melalui aksi atau kegiatanya mengajak anak-anak muda desa Atakore Atadei melakukan kegiatan produksi air tawar di lokasi panas bumi (dapur alam Karun), yang ada dalam wilayah desa Atakore, kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata”, tuturnya.
Untuk diketahui Gerady Tukan, dosen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang sedangkan Cerry Julian, tamatan Institut Teknologi Yogyakarta, program studi Teknik Lingkungan, dengan tugas akhir (skripsi) tentang efisiensi pengolahan air limbah cucian rumah tangga menjadi air minum, dan diwisuda pada September 2023.



Gerady menuturkan kegiatan produksi air tawar di dapur alam panas bumi Karun Atakore Atadei Lembata yang dilakukan oleh Gerady Tukan dan Cerry Julian bersama anak muda desa Atakore, dimulai Sabtu, 30 Desember 2023 melalui minta izin pada pemilik lahan dapur alam, Bapak Thomas Lagadoni Wawin, yang juga adalah Kepala Suku Wawin, dan juga lapor diri pada Kepala Desa Atakore, Yoakim Wato Lajar.
“Setelah minta izin, kami lakukan uji coba awal dengan menggunakan plastic bening untuk menangkap dan menyekap uap air panas yang menyembul keluar dari dalam lubang – lubang dapur alam. Dari ujicoba yang dilangsungkan selama kurang lebih 1 jam, diperoleh air yang bening namun bersuhu tinggi, air panas sekitar 300 mL”, jelas Gerady.
Air panas yang dihasilkan dan ditampung pada sebuah wadah plastic, langsung ditutup rapat, dan menjadi sampel untuk selanjutnya akan dianalisis.
Pelaksanaan kegiatan kedua, dilakukanpadaSelasa 02 Januari 2024, bersama para pemuda desaAtakore, yang dikoordinir oleh Paskalis Wawin dan Fidel. Dibantu pula oleh Agustina Emiliana Sawo, guru Kimia SMA Negeri 2 Nubatukan dan Virjy Emanuela Lema Tukan, siswi SMA Negeri 2 Nubatukan.


Pada pelaksanaan kegiatan kedua ini, peralatan kondensasi uap air yang semula menggunakan kertas plastik bening, diganti dengan seng plat. Seng plat didesain untuk dapat menutupi permukaan lubang dapur alam (lubang pengukusan bahan makanan) sehingga uap air panas yang menyembul keluar, tertahan dan terkondensasi oleh permukaan seng plat. Pada pelaksanaan kegiatan di awal tahun 2024 ini, efektifitas produksi semakin baik dan air bening yang diperoleh semakin cepat.
Air yang dihasilkan pada pelaksanaan kedua, diperoleh volume sekitar 250 mL, yang dihasilkan pada rentang waktu 1 jam. Air yang diperoleh pada kegiatan di hari kedua ini, dibiarkan menjadi dingin dalam wadah terbuka. Perlakuan ini bertujuan untuk menguapkan gas hydrogen sulfide, H2S) yang terkandung dalam uap air.
Cerry Julian menjelaskan akan melakukan modifikasi alat kondensasi untuk disesuaikan dengan permukaan lubang pengukusan, sehingga diharapkan akan diperoleh efisiensi dan efektifitas produksi air yang lebih tinggi.
“Sampel air yang diperoleh pada kegiatan hari pertama dan kedua, yang mengalami perlakuan berbeda, selanjutnya akan dibawa ke laboratorium untuk dianalisa”, turut Chery.
Baik Gerady Tukan maupun Chery mengemukakan bahwa berbagai upaya dilakukan agar air yang akan dihasilkan, perlu harus melewati tahapan-tahapan perlakuan untuk diperoleh air yang aman digunakan guna mendukung berbagai aktifitas warga di Dapur Alam.
“Minimal dapat digunakan untuk mencuci ubi kayu sebelum dikukus sehingga warga tidak perlu lagi harus membawa air dari kampung yang berjarak sekitar 600 meter”, ungkap Keluarga Kimia dari Lembata ini, Chery diamini Gerady. +++sandrowangak
