Berjarak Siang Dan Malam

seperti dahan kering yang jatuh dan terinjak
suara yang nyaris tak terdengar
baur oleh kecipak air sungai yang sejuk
duhai ..
dahan itu pernah muda
pernah hijau pernah
berbuah ranum
bukan hanya isyarat yang tak sempat diucapkan kayu pada api
bukan hanya isyarat yang tak pernah diucapkan awan pada hujan
ia ada ,
bukan tiada
ia hadir
dan nyata
tapi hidup ternyata tak sesederhana air sungai
yang cukup puas mengalir melewati lekuk sungai
hati ternyata tak sesederhana angin yang seolah tiada
tetapi sesungguhnya ada
mengisi paru paru
bernafas
dan hidup
hati ternyata begitu luas
selaluada tempat tersembunyi
lorong lorong cinta
yang kadang menyisakan pedih atau bahagia
seperti angkasa luas
dimana keindahan pelangi dan bintang
tak sanggup melawan takdir
indah
melengkapi
namun berjarak siang dan malam
hidup ternyata begitu rumit
yang kadang menimbun serpih luka
mengkarat
meremas
membusuk
dan menyakitkan
widyastuti

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *