KB Sebagai Investasi Kendali Pertumbuhan Penduduk

suluhnusa.com_Indonesia terus bertumbuh. Seiring meningkatnya persaingan global. Perkembangan kependudukan menjadi peluang sekaligus tantangan baru bagi Negara.

Keluarga berencana merupakan investasi jangka panjang dalam pegendalian pertumbuhan penduduk apabila tidak dilakukan dapat terjadi yang membuahkan rentetan persoalan pembagunan lainnya.

Untuk mewujudkan upaya tersebut diperlukan dukungan dan komitmen nyata semua pihak, terutama semua pemangku kebijakan terkait agar mempriotaskan pembagunan keluarga berencana.

Kegiatan seminar Keluarga Berencana dan Bonus Demografi ini merupakan salah satu upaya advokasi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman pemangku kebijakan dalam peningkatan dukungan dan komitmen tersebut.

Yulhaida Direktur program Officer ICMM-NTB kepada suluhnusa.com 16 April 2014, berterima kasih kepada bapak bupati yang telah membrikan tempat dalam acara ini dan anggota LSM juga memberikan dukungan dan komitmen terhadap program kependudukan dan keluarga berencana.

Dengan hasil diharapkan tersusunnya tindak lanjut untuk meraih Bonus Demografi ini di Kabupaten Lombok Timur perlu dukungan dari semua pihak.

“Dan menjaga keberlangsugan pembagunan dan kualitas penduduk, dalam acara tersebut memberikan akses pelayanan kesehatan dan keluarga berencana yang komprehensif untuk menguragi kematian dan ibu hamil dan bersalin diperlukan kemitraan yang global, ungkap Yulhaida.

Kemudian untuk mendukung event ini dibutuhkan kerja sama diantranya yayasan CCP foundation, AFP, Bill & Melinda GATES foundation dll.

Ketua fraksi PKS Lombok Timur Muhanan Mushonif, LC. Megatakan dewan sebetulnya dari semua SKPD yang minta aggaran  tidak pernah dibatasi, cuma setiap memberikan anggaran lebih dari dinas terkait memberikan lampu merah,dengan alasan keterbatasan.  “Jadi mudah-mudahan berikutnya dianggarkan,” ungkap Mushonif.

Sementara itu, Kepala BPPKB Lotim H. Suroto Mkes menjelaskan, pemerintah telah menyediakan fasilitas kesehatan termasuk pelayanan keluarga berencana perluasan kesempatan kerja dengan membuka kawasan pembagunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan bagi penduduk.

Masalah peningkatan Keluarga Berencana yang menagani di BKKBN berhubungan dengan dinas kesehatan ini berkeordinasi dengan stake holder.

Maka dari itu dalam penilitian kasus oleh Kordinator program ICMM – Jakarta Dini Haryati di Daerah Lombok diceritakan angka usia perkawinan masih terlalu muda, sementara mental si anak dalam perkawinan belum siap akhirnya dalam kemampuan melawan ujian yang datang belum terjangkau kemudian berujung perceraian.

Haryati melanjutkan data di Daerah NTB, wilayah lombok Barat dan timur angka permaslahan percerain sangat tinggi.

“Terkait dengan lapangan pekerjaan dari pihak perempuan banyak keluar negeri menjadi TKW, seorang ibu berperan megurus anaknya menjadi terlantar” pungkasnya. (habib)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *