Ini bukan puisi,
Seperti sering orang katakan di beranda sana,
Tapi ini adalah liukan rinduku malam ini,
Padamu yang telah memberikan manisnya cinta,
Kau,
Kekasih terbaikku,
Yang menghujaniku dengan sejuta pujian,
Memujaku di pagi bersama fajar,
Menungguku penuh rindu di bentangan indahnya pelangi,
Bersama jingga yang menerawangkan kilatan cerita impian kita,
Ya,
Aku adalah cinta yang tidak tawar,
Sepertimu yang kerap mereguk tetesan rasanya,
Yang kita kecap pada jaringan rasa lidah asmara kita,
Dan,
Biarkanlah semua berumpun liar,
Seperti hutan cemara,
Seperti perdu ilalang yang bernyanyi untuk,
Saat lara mengiris jiwa kita,
Restu Hati