Suluh Nusa, Flotim – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia secara sadar dibangun karena dorongan kebutuhan ideal, yaitu menghasilkan lulusan pendidikan tingkat menengah atas berbasis ke-Islaman yang kuat dibidang Iman dan Takwa (IMTAK), akhlak mulia, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dan seni budaya,untuk menjawab tantangan yang dihadapai masyarakat dewasa ini.
Upaya menuju keseimbangan yang unggul, perpaduan antara kecerdasan intelektual, emosional, spiritual,dan social adalah cita-cita yang hendak dicapai dari program pendidikan MAN Insan Cendekia dengan model berasrama telah menunjukan sejumlah keberhasilan yang menakjubkan dapat bersaing dengan sekolah pada umumnya.
Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) Insan Cendekia adalah Madrasah Aliyah Negeri setingkat Sekolah Menengah Atas berasrama dibawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Saat ini terdapat 23 MAN Insan Cendekia yang beroperasi dan tersebar di wilayah-wilayah Indonesia. Madrasan ini menjadi impian peserta didik yang baru lulus dari MTS / SMP baik Negeri maupun Swasta yang telah memenuhi syarat yang sudah ditetapkan. Untuk masuk ke Madrasah ini melalui seleksi yang sangat ketat. Seleksi yang digunakan adalah melalui jalur tes dengan tes berbasis computer (Computer Based Test) dan jalur prestasi bagi peserta didik lulusan MTs / SMP.
Jalur prestasi diperuntukan bagi lulusan MTs / SMP yang sudah meraih medali emas atau memiliki prestasi dengan menjadi juara 1 pada lomba atau ajang yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Jalur ini dapat digunakan sebaik-baiknya bagi siswa yang mendapat penghargaan medali emas / perak / perunggu dari luar negeri pada ajang olimpiade lanjutan dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM).
MAN Insan Cendekia tidak hanya dinikmati oleh orang kaya,hal ini di ungkapkan Ismail Z Betawi,S.Pd Kepala MAN Insan Cendekia Sorong,ketika bertatap muka dengan keluarga besar MTS Al-Hidayah Wewit. MAN Insan Cendekia Sorong membebaskan biaya pendidikan bagi peserta didiknya. Selain biaya pendidikan, biaya asrama juga digratiskan. Hal ini dilakukan agar semua kalangan dapat menikamati pendidikan di MAN Insan Cendekia,khusunya MAN Insan Cendekia Sorong Jelas Ismai Betawi.
Kehadiran Kepala Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) Insan Cendekia Sorong ke MTs Al-Hidayah Wewit,pada hari kamis 20 Mei 2021 dalam rangka memberikan penguatan terhadap siswa yang lolos ke MAN Sorong pada tahun ajaran 2021 / 2022. Pada Tahun ajaran 2021 / 2022 sebanyak 14 siswa dari NTT yang lolos seleksi masuk di MAN Insan Cendekia Sorong 7 ( Tujuh ) diantaranya berasal dari MTs Al-Hidayah Wewit.
Syukur Ibrahim,S.Ag,Kepala MTs Al- Hidayah Wewit menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kepala Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) Insan Cendekia Sorong. Sebuah kehormatan besar bagi MTs Al-Hidayah Wewit. Semoga dengan silahturahmi ini dapat memberikan motivasi bagi siswa / siswi MTs Al-Hidayah Wewit pada tahun ajaran mendatang untuk masuk di MAN Insan Cendekia Sorong.
Ibrahim Salim, orang tua / wali murid yang hadir memberikan apresiasi atas kehadiran Kepala MAN Insan Cendekia Sorong. Dengan adanya tatap muka ini dapat menjawab keraguan orang tua siswa selama ini, terutama terkait dengan biaya pendidikan.
Hadir dalam kesempatan ini, Kepala MAN Insan Cendekia Sorong, Kepala MTS Al-Hidayah Wewit, Dewan Guru MTS AL-Hidayah Wewit, orang tua / wali murid, siswa / siswi MTS Al- Hidayah Wewit,serta salah satu Alumi MAN Insan Cendekia Sorong peraih medali perunggu diajang Thailand International Matematic olimpiad yang juga alumni MTS Al-Hidayah Wewit Ulul Azmi Rais.
Opick Pasandan
