Kadis PK NTT dan Pendidikan Yang Mendidik

Suluh Nusa, Ile Ape – Psikologi pendidikan memiliki peran yang sangat sentral dalam dunia pendidikan. Psikologi pendidikan meninjau aneka sudut pandang pendidikan, baik itu murid, guru, sekolah, kebijakan pemerintah, dan aspek-aspek lainnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan menteri pemdidikan, Nadiem Anwar Makarim, membawa dampak bagi tinjauan psikologi pendidikan. Keputusan “merdeka belajar” membuat pengamatan akan psikologi pendidikan lebih menarik untuk dibahas, terlebih dalam kaitannya dengan keberagaman siswa yang begitu majemuk di Indonesia.

Salah satu isi terpenting dari merdeka belajar ialah penghapusan UNBK dan menggantinya dengan penilaian baru yang lebih holistik. Penilaian tersebut berupa Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan peningkatan motivasi karakter.

Keberagaman yang kita hadapi membutuhkan sebuah metode pendidikan yang memungkinkan setiap siswa mendapatkan pendidikan yang sesuai baginya. Salah satu jawabannya ialah pendidikan multikultual. Multicultural Education atau pendidikan multikultural adalah jalan yang paling imbang untuk memenuhi kebutuhan semua siswa. Metode ini berusaha merangkul setiap latar belakang yang dimiliki oleh siswa secara khas dan aktual.

Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang memberi ruang yang sama bagi setiap orang untuk berkembang dalam caranya masing-masing. Untuk itulah diperlukan sebuah sistem yang mengintegrasikan dan menjamin keberagaman dapat dilaksanakan secara tepat.

Hal ini menjadi pedomaan utama dalam penilaian siswa yang dilakukan oleh SMAN I Ile Ape.

Aloysius Aba, S. Pd, Kepala SMAN I Ile Ape Timur, di hadapan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd, menjelaskan dalam mendidik siswa pihaknya memiliki visi cerdas berkarakter dan berwawasan global,berlandaskan imtaq berbudaya yang berdaya saing.

“Kami juga telah melakukan salah satu model penilaian siswa dengan melibatkan orang tua / wali dan masyarakat khususnya berkaitan dengan penilaian karakter. Jika nanti anak berprilaku seperti malaikat maka malaikatnya kita semua dan berprilaku seperti srigala maka srigalanya kita semua agar kita tidak saling persalahkan satu dengan yang lain,” ungkap Aba Borolaga.



Suasana SMAN 1 Ile Ape terlihat lain dari biasanya, meski libur namun para siswa dan dewan guru dan tetap setia menunggu kadatangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd, bersama ibu, rombongan Korwas dan  sebagian besar para kepala SMA/SMK sekabupaten Lembata.

Setibanya kadis dan rombongan di SMAN 1 Ile Ape disambut meriah dengan drum band dan Sanggar Tari Gita Padang SMANSA Ile Ape.

Di depan pintu masuk sekolah para tokoh adat, Pemerintah Desa Tagawiti dan sebagian masyarakat serta dewan Guru dan tenaga kependidikan semuanya berjajar menyambut Kedatangan beliau.

“Acara seremonial ini sebagai simbol penghargaan dan penghormatan kepada Tamu yang sudah menjadi budaya,” tutur Ismail Unu kades Tagawiti.

Kadis dan ibu serta rombongan dipersilakan masuk ke SMAN 1 Ile Ape dan lansung diarahkan menuju ke kantor dan lansung melakukan tatap muka secara singkat dengan dewan guru dan hadirin sekalian.

Dalam kesempatan tatap muka kepala SMAN 1 Ile Ape Aloysius Aba, S. Pd menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus melaporkan perkembangan pendidikan.

Linus Lusi dalam sambuatan dan pengarahan beliau, menyampaikan bahwa Pendidikan adalah fondasi utama dalam peningkatan Sumber daya manusia dan salah satu pemeran utama adalah Guru oleh karena itu, maka kita nanti akan lakukan salah satu program pertukaran guru setiap Sekolah sejenjang SMA dengan SMA, SMK dengan SMK dan bisa menjadi warna baru dalam menata pendidikan, tegas Linus.

Usai bertatap muka dengan warga SMAN I Ile Ape, rombongan kepala dinas melanjutkan kunjungan ke SMPN Satap Holoriang dan SMAN 1 Ile Ape Timur di desa Lamau kecamatan Ile Ape Timur. (rifly.b.m/weeklyline media network)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *