Suluh Nusa, Ile Ape – Untuk menjalankan amanat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1 tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19), SMA Negeri 1 Ile Ape menyelenggarakan Ujian Sekolah melalui 3 model yaikni: Ujian Karya Tulis Ilmiah, Ujian Sekolah (tulis) dan Survey Karakter.
Ujian Karya Tulis Ilmiah mulai dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2021 dan akan berakhir pada tanggal 18 Februari 2021.
Kepala SMA Negeri 1 Ile Ape Aloysius Aba Borolaga, S.Pd menjelaskan bahwa pelaksanaan Ujian Karya tulis Ilmiah dimaksudkan untuk melatih para peserta didik memasuki dunia perguruan tinggi dengan tuntutan yang kompleks. Peserta didik perlu dibekali dengan kompetensi dasar pada bidang tertentu agar mereka mampu bertanggungjawab dalam memecahkan bebeberapa persoalan secara ilmiah.

Sebanyak 81 Karya tulis ilmiah (KTI) yang dipresentasikan di depan para penguji yang dikemas sebagaimana pertangunggjawaban skripsi di perguruan tinggi.
“Kami menemukan beberapa tulisan yang begitu menarik dan menjadi masukan dan khasana ilmu pengetahuan dan sumber informasi berarti bagi lembaga. Ini sesuatu yang menarik dan begitu positif. Dan akan berlanjut di tahun – tahun yang akan datang. Penilaiannya dibagi ke dalam 2 tahap yaitu: tahap 1 (Penilaian naskah) berbobot 60% dan tahap 2 (penilaian presentasi) berbobot 40%,” ungkap Kepsek Alo Aba.
Pelaksanaan ujian berikutnya akan terjadi pada bulan Maret dan akan berakhir pada bulan April 2021 dengan Survey Karakter yang melibatkan Orangtua/wali siswa. Rubrik Penilaian karakter nantinya akan dikirim kepada orang tua/wali untuk diisi kemudian dikembalikan ke sekolah untuk dianalisis oleh bapak / ibu guru di sekolah.
Alo Aba menambahkan, konsep penilaian pada survey karakter dilakukan agar tidak ada penilaian yang miring terhadap perilaku anak oleh sebagian masyarakat yang lebih menuding para pendidik sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap perilaku anak yang menyimpang.
Pihak sekolah mengirimkan hasil survey karakter anak kepada orangtua/wali untuk diketahui secara bersama – sama.
“Jika nanti di masyarakat seorang anak berperilaku seperti serigala maka serigalanya kita semua. Jangan anak seperti serigala, itu serigalanya sekolah, namun sebaliknya jika seorang anak berperilaku layaknya seorang malaikat, itu malaikatnya orangtua/wali,” imbuh Alo Aba.
Hal ini dlakukan karena visi besar sekolah ini adalah: Cerdas Berkarakter Dan Berwawasan Global, Berlandaskan Imtaq Berbudaya Yang Berdaya Saing.
“Karakter harus menjadi roh dari keseluruhan perjalanan hidup anak – anak kita di erah global dewasa ini,” tegasnya
Pihaknya menyadari bahwa upaya ini tidak serta merta mengubah secara penuh perilaku generasi masa kini yang lebih cendrung dikuasai teknologi, namun bisa meminimalisir laju penyimpangan perilaku anak dalam kehidupa sosialnya.
“Ini akan berlanjut terus krna prinsip kami adalah kami akan terus bekerja dengan maksimal meskipun hasilnya minimal. Meski langit runtuh, perkataan dan perjuangan untuk membentuk karakter tidak akan pernah berlalu.,” tutup Alo Aba***(R.B.making/SN/weeklyline media network)

Mantap, SMAN 1 Ile Ape,