MEDIA WLN – Sahabat sekalian, saya hanya ingin share kegundahan hati tentang virus corona. Ini hanya curhat kecil.
Siapakah ahli kesehatan di dunia ini yang sudah mampu memusnahkan covid-19 dari muka bumi? Virus apa pun itu karakternya seperti gelombang tsunami yang datang seketika, kemudian berlalu dengan sendirinya setelah menelan ribuan bahkan jutaan korban. Apakah setelah tsunami, lantas virus ini akan hilang lenyap selamanya? Saya tidak yakin.
Corona virus masih keturunan virus SARS. Watak dan tingkah polahnya sama dengan virus lainnya seperti Mers, TBC, DBD, dll. Virus2 itu tdk hilang, hanya kemunculannya menunggu alunan waktu yang tidak mudah dipredikasi kapan akan muncul lagi. Bedanya, virus corona belum ditemukan faksin pemusnahnya sampai saat ini.
Masihkah kita semua akan seperti ini, bersembunyi dalam rumah, menjauhi keramaian dll? sambil mengumpat atau berteriak kapan pandemi covid-19 ini akan berakhir?
Sampai kapan kita bertahan dengan isolasi diri, karantina, PSBB ataupun PKM seperti di Denpasar?
Sampai kapan kita bisa menahan diri tidak berekreasi di Sanur, tidak joging di Renon dll, karena tempat-tempat itu ditutup saat ini.
Sampai kapan kita menyaksikan juru bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto yang bahkan setiap jam mengumumkan update pandemi Covid-19 di semua stasiun TV?
Semua tidak terprediksi. Ada yang bilang Akhir Mei sudah tidak ada virus, ada yang bilang akhir Juni, bahkan ada yang bilang sampai akhir 2020.
Kita butuh pekerjaan untuk bisa makan dan menyambung hidup. Tidak perlu munafik untuk mengakui bahwa semua pekerjaan yang mendatangkan penghasilan memerlukan aktifitas di luar rumah, memerlukan interaksi dengan orang lain. Itulah hakekat pergerakan ekonomi.
Mungkin pertanyaannya tidak lagi dengan kalimat “KAPAN CORONA AKAN BERAKHIR? ” tetapi mari mulai dengan pertanyaan baru, KAPAN MANUSIA BISA BERADAPTASI, dengan virus menular yang sangat mengancam jiwa ini?
BERADPTASI tak berarti kita sudah kalah dan pasrah. Virus menang. Beradaptasi artinya kita tingkatkan standar kualitas hidup. Mulailah dengan gaya hidup sehat yang sudah lama kita abaikan, sering cuci tangan, menggunakan sabun, selalu mengenakan masker, menjaga kebersihan, membersihkan meja dan perabotan lain yang kerap tersentuh tangan dengan disinfektan, mengonsumsi makanan bergizi untuk jaga kestabilan imunitas tubuh. Inilah gaya hidup adaptif.
Mari berdamai dengan corona agar hidup tetap pada jalur normal.
Emanuel Dewata Oja
Denpasar, 15 Mei 2020
