suluhnusa.com – Sebanyak 45 orang mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru(MPAB), Perhimpunan Mahasiswa Asal Lembata (PERMATA)-Kupang. Rangkaian kegiatan ini dilakukan pada 17-20 November 2019, bertempat di Aula St. Gregorius Agung-Oeleta.
Dalam ceremonial penutupan,(19/11/2019), Ketua Panitia, Fabianus Ama melaporkan bahwa sebanyak 45 orang yang dilantik hari ini sebagai anggota baru dan satu diantaranya merupakan anggota istimewa sebab dia berasal dari Kabupaten Kefamenanu. Semuanya mengikuti proses ini dengan baik dari awal hingga selesai.
Ketua umum PERMATA-Kupang, Damasus Lodolaleng dalam sambutannya mengatakan bahwa orang muda merupakan corong perubahan bangsa.
“Orang muda mempunyai peran tersendiri bagi bangsa. Saya yakin dan percaya bahwa ke-45 orang yang baru dilantik inipun mempunyai kemampuan yang sama untuk membawa perubahan khususnya bagi kabupaten Lembata” ungkapnya.
Sementara itu, Esto Ance, Germas PMKRI Cab. Kupang dalam sambutannya mewakili OKP mengatakan bahwa dengan dilantiknya anggota baru hari ini menandakan bahwa organisasi ini akan tetap eksis.
MPAB adalah suatu proses awal dalam sebuah organisasi, sehigga para anggota baru diharapkan untuk mengikuti segala proses di PERMATA secara purna. Beliau juga mengajak semua orang muda untuk melihat persoalan yang terjadi pada bangsa ini.
“Ditengah sekian banyak persoalan yang terjadi pada bangsa ini, masih banyak pemuda yang diam, sehingga saya mengajak kita semua untuk teribat untuk mengawal dan melihat persoalan bangsa, sebab bangsa ini membutuhkan pemikiran kita orang muda” tambahnya.
Anggota Dewan Penasehat PERMATA-Kupang, Abdi Keraf, dalam sambutan sebelum nenutup kegiatan MPAB mengatakan bahwa organisasi merupakan salah satu wadah untuk mendapatkan sebuah kesuksesan.
Anggota yang baru dilantik, dilahirkan menjadi sebuah pribadi yang baru dalam organisasi ini, sehingga menjadi sebuah keharusan bagi organisasi ini, untuk memberikan kesempatan belajar sebab itulah cara untuk membuka pengetahuan, dan belajar untuk mengambil peran baik dalam organisasi maupun di masyarakat.
“Kehadiran anggota baru diorganisasi ini sebagai tunas baru yang harus berkembang, sehingga harus berproses dan berkembang menjadi pemimpin. Hasrat untuk menjadi pemimpin harus tumbuh dari sekarang” tambahya lagi.***
yohan edangwala
