suluhnusa.com – Ajang Bursa Inovasi Desa se kecamatan Witihama menjadi catatan sejarah bagi warga masyarakat Witihama karena membawa angin segar bagi para petani kopra dan mente yang ada di wilayah ini.
Pasalnya, selain inovasi desa yang meliputi tiga point penting bidang infrastruktur dengan desa stadiun, embung, bidang ekonomi dan kewirausahaan dengan jamu lokal, modifikasi tenun ikat, serta bidang sumber daya manusia dengan sorga desa, pelatihan batas usia lahir anak, ada satu program strategis yang di cetuskan oleh Agus Boli saat menyambangi masyarakat Witihama sangatlah bermanfaat.
Dalam sambutannya putra kelahiran Adonara menghimbau kepada para kepala desa untuk berkolaborasi membentuk Badan Usaha Milik Desa secara koorporatif. Beliau menyampaikan ada empat ciri inovasi yang mestinya dipahami para pemangku kepentingan sebelum melakukan beragam inovasi yang mungkin belum tepat sasaran.
Ciri-ciri Inovasi Desa antara lain, yang pertama memiliki kekhasan artinya inovasi yang dikembangkan merujuk pada aspek kekhasan yang dimiliki oleh suatu desa, semisal keunggulan yang berpotensi besar ketika di kembangkan. Yang kedua, inovasi baru yang belum pernah ada di desa, ditumbuhkan sebagai satu metode baru untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.
Ketiga, inovasi sebaiknya terencana dan terukur sehingga diaplikasi dalam perencaan anggaran desa. Sesuatu penemuan baru harus direncanakan dengan baik dan terukur sehingga yang buat benar-benar benar-benar sesuai kemampuan yang ada.
Keempat, inovasi harus punya tujuan yang jelas baik jangka panjang maupun pendek. Sehingga perencanaan sampai realisasi dapat mencapai tujuan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat banyak.
Lebih lanjut di sampaiakan inovasi berbeda dengan kegiatan reguler yang lazim direncanakan saat musyawarah pencermatan di desa. Inovasi bisa dikerjakan secara bersama-sama agar banyak ide, gagasan yang tercipta untuk mencapai hasil yang maksimal. Bila dikerjakan bersama maka di satu sisi kesejahteraan masyarakat terjamin dan disisi lain pendapatan perkapita mengalami kenaikan secara signifikan. Inovasi harus harus lahir dari kebutuhan kita bukan keinginan kita.
“Kata kunci yang harus dipahami bahwa perubahan itu dikerjakan bukan untuk dibahas,” tegasnya.
Usai sambutannya Agus Boli mengajak seluruh kepala desa se kecamatan Witihama dan para steck holder agar inovasi ini yang dirintis bisa terlaksana dengan baik karena orientasinya pada penjualan hasil bumi berupa kopra dan mente yang sasarannya para petani bisa menjual dengan harga terjangkau sesuai keinginan masyarakat selama ini.
Tepat pukul 17.00 WITA hari Rabu 31 Juli 2019 di Pasar Senja Desa Pledo kecamatan Witihama Wakil Bupati Flotim secara resmi mendeklarasikan Inovasi Desa Bumdes Bersama.
Putra Panji

