SULUH NUSA, ADONARA – Ada banyak ketrampilan dalam berbahasa, salah satunya adalah berbicara. Berbicara merupakan suatu komunikasi langsung dengan menyampaikan ide, gagasan, pendapat, maupun pesan yang lainnya. Keterampilan berbahasa bagi manusia sangat diperlukan untuk berkomunikasi dengan orang lain.
Dalam keterampilan berbahasa terdapat 4 (empat) aspek yaitu berbicara, menulis, membaca dan menyimak. Jika seseorang mempunyai keterampilan bahasa tersebut, maka akan lebih mudah mendapatkan informasi dan berkomunikasi dengan orang baik secara lisan maupun tulisan.
Dan untuk maksud tersebut MTS Al Hidaya Wewit terus menggembleng anak didiknya agar bisa memiliki keterampilan dalam berkomunikasi sejak usia sekolah agar mahir dalam kehidupan nanti.
Mengawali semester genap tahun pelajaran 2020 / 2021 dengan kebanggaan tersediri bagi satuan pendidikan MTs Al-Hidayah Wewit.
Hal ini dikarenakan salah satu siswa Mts Al- Hidayah Wewit mendapat juara IV lomba pidato tingkat SMP/MTs se NTT.
Lomba pidato yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur bekerjasama dengan Assosiasi Guru Penulis Indonesia ( AGUPENA ) cabang Flores Timur ini dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti ke 75 Kementerian Agama RI. Lomba yang diselenggarakan pada tanggal 07 – 29 Desember 2020 secara virtual.
Syafriyanti Inol Syamputri peserta MTs Al-Hidayah Wewit berhasil keluar sebagai juara IV. Siswa MTs Al-Hidayah Wewit juga pernah mewakili NTT dalam ajang KSM tingkat Nasional.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada peserta lomba pidato MTs Al-Hidayah Wewit, dengan presatasi seperti ini dapat memacu siswa untuk terus belajar” ungkap Syukur Ibrahim, S.Ag selaku Kepala Madrasah.
Kemampuan komunikasi sangat penting dipupuk sejak dini terutama berbicara di depan umum, kecakapan komunikasi yang baik mempengaruhi keberhasilan peserta didik pada masa depan. Peserta didik terus didampingi dan dibina serta dimotivasi agar dapat mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilannya tandas Syukur. Semoga kegiatan seperti ini terus ada di tahun – tahun mendatang harap Syukur.
Syafrianti Inol Syamputri ketika ditemui menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas capaian ini.
“Merasa bahagia atas usaha yang dilakukan dan berterima kasih kepada guru pembimbing yang telah tulus dan ikhlas membimbing sehingga dapat mencapai prestasi ini,” ungkap Inol.
Bagi sebagian orang mungkin berpendapat bahwa berbicara itu mudah dan tidak memerlukan proses. Namun, berbeda pada posisi resmi dengan berbicara di depan banyak orang seperti pidato.
Bagi Inol, Berbicara di depan banyak orang dengan kondisi yang resmi diperlukan proses belajar agar memiliki keterampilan berbicara yang baik.
“To enunciate well, perform professionally, and satisfy an audience, one should become familiar with the elements of communication and use them in one’s presentations”-Maksudnya bahwa untuk mengucapkan dengan baik, tampil secara profesional, dan memuaskan audiens, orang harus terbiasa dengan unsur-unsur komunikasi dan menggunakannya dalam presentasi seseorang. Berpidato bukan hanya tentang juara tetapi bagaimana belajar menjadi seorang komunikator dan negosiator yang berkualitas di kemudian hari.
Sebagai orang tua siswa Syamsul umar mengaku bangga atas presatasi ini, juara bukanlah target utama, yang terpenting adalah anak dapat mengembangkan minat dan bakatnya. Sebagai orang tua selalu memotivasi serta memberikan dukungan agar anak terus belajar dan jangan cepat puas dengan prestasi yang diperoleh.*** (opick pasandan/SN/weeklyline networking)
