Bagaimana Saya Tidak Betah Untuk Cemburu?

Squad Kerseng Pukeng

ADONARA – Siswa-siswi setiap kelas nongkrong di bawah pohon kerseng. Ada yang sedang mendandani pohon kerseng dengan ragam tulisan pada papan berukuran mini. Beberapa tulisan lagi menyetubuhi cabang-cabang pohon yang telanjang tiada daun. Ada lagi yang sedang merancang tempat duduk dari bambu.

Saya boleh foto?, tanya saya usia nongkrong bersama teman2 panitia HUT PGRI Tingkat Cabang Kecamatan Adonara di SMAN 1 Adonara, Desa Kolimasang.

Boleh, Pak Guru.

Saya cukup senang dengan balasan yang terucap lembut dari bibir Ina Somi yang ranum itu. Setidaknya Ina Somi masih memiliki rindu yang sama, setahun lalu di Rumah Rindu Panca Marga.

Setelah saling sapa dengan para remaja pemilik masa depan Koli, saya kembali nimbrung bersama dua teman guru serumah rindu di bawah salah satu pohon kerseng, di halaman apel bendera.

Di sini teduh sekali ya, kata Ama Guru Ary.

Bikin betah le, balas guru lajang, Ama Guru Robi.

Sekilas obrolan santai kami bertiga sambil menyimak kesibukan salah satu kelas yang didampingi dua Ina Guru muda. Selekas itu, dua ina guru muda bergabung dengan kami. Obrolan lepas kami seputar rangkaian persiapan kegiatan Hari PGRI yang dimulai pada hari Sabtu(24/11).

Di sini guru muda banyak sekali ya, Ina Surat?

Iya Ama Guru, sesekali kita ngopi di sini.

Kalau soal ngopi, kami tidak mau menolak, Ina Surat. Kita bisa beri nama ngopi (ngobrol pintar) bareng Squad Kerseng Pukeng, Ina Guru?

Boleh juga tu, Ama Guru. Kami menanti di sini.

Di mana?

Di hati ini, balas canda Ina Surat, Guru muda yang cukup bergairah dengan hal sederhana yang (mungkin) dianggap remeh temeh oleh kebanyakan orang.

Kegairahan nongkrong mesti kita rawat dengan aktivitas positif. Bukankah hal besar dimulai dari hal sederhana serupa ini?

Kami pamit dulu ya. Tapi kita selfi dulu, boleh, ajak saya.

Kita tidak pas pasangan. Kami berdua saja. Kalian bertiga, gurau Ina Guru Hurint.

Kalau begitu, kita berdua saja ya, Ina Surat.

Siapa takut?

Limam pai, Ina Surat.***

 

amber kabelen

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *