KALABAHI,– Pemerintah Kabupaten Alor memperoleh alokasi dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dari Pemerintah Pusat sebesar Rp14.269.400.000 atau sekitar Rp14,26 miliar.
Dana tersebut dialokasikan untuk membangun kembali tiga jembatan yang rusak akibat bencana Siklon Tropis Seroja, yakni Jembatan Pido, Kalunan, dan Nulle.
Kepastian alokasi anggaran ini menjadi kabar penting bagi masyarakat Alor, terutama warga yang selama ini membutuhkan pemulihan infrastruktur penghubung antarwilayah yang terdampak bencana.
Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan anggaran tersebut segera diterjemahkan menjadi pekerjaan fisik.
Pemerintah Kabupaten Alor menargetkan pembangunan ketiga jembatan dapat dimulai paling lambat awal 2027.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, S.H., M.H., saat menghadiri kegiatan Koordinasi Pendampingan Penyaluran Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Gedung Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Dalam kegiatan itu, Rocky didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Alor, Obeth Bolang, S.Sos., M.AP., lanjutnya Rocky mengatakan, anggaran pembangunan ketiga jembatan tersebut telah disiapkan. Bahkan, Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) telah ditetapkan melalui rapat koordinasi bersama pihak terkait.
“Anggaran untuk pembangunan tiga jembatan ini sudah disiapkan. RKA juga sudah ditetapkan dalam rapat koordinasi yang kami ikuti. Karena itu, kami berharap paling lambat awal tahun 2027 pembangunan ketiga jembatan ini sudah dapat dilaksanakan,” ungkap Rocky.
Menurut dia, keberhasilan Kabupaten Alor memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp14,26 miliar merupakan hasil komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
Rocky juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Keuangan dan BNPB, DPRD Kabupaten Alor, serta seluruh pihak yang telah mengawal dan memperjuangkan kebutuhan pembangunan infrastruktur pascabencana di daerah itu.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Alor, Obeth Bolang, menjelaskan bahwa proses asistensi dan penyusunan RKA pembangunan tiga jembatan tersebut telah rampung.
Dengan selesainya tahapan administratif tersebut, pemerintah daerah selanjutnya diarahkan untuk mempersiapkan pelaksanaan pembangunan agar pekerjaan fisik dapat dimulai sesuai target.
Secara administratif, alokasi hibah tersebut ditetapkan melalui Surat Kementerian Keuangan Republik Indonesia Nomor S-77/MK/PK/2026 tertanggal 30 Oktober 2026 tentang Penetapan Pemberian Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Tahun Anggaran 2026.
Surat yang ditandatangani Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Nufransa Wira Sakti, itu berpedoman pada Pasal 21 ayat (4) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026.
Pemberian hibah juga mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Hibah Daerah serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa alokasi hibah menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menganggarkan kegiatan dalam APBD Tahun Anggaran 2026 dan 2027.
Pemerintah daerah bersama BNPB juga bertanggung jawab menyusun RKA berdasarkan nilai hibah yang telah ditetapkan.
Adapun batas akhir penyampaian permintaan penyaluran hibah ditetapkan pada 7 Desember 2026 atau tanggal lain yang ditentukan pemerintah.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp14,269 miliar tersebut, pembangunan kembali Jembatan Pido, Kalunan, dan Nulle diharapkan tidak lagi tertunda.
Ketiga jembatan itu memiliki arti penting bagi konektivitas antarwilayah, kelancaran mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta akses terhadap pelayanan publik.
Kini, masyarakat menantikan langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan dana hibah tersebut benar-benar terealisasi menjadi pembangunan fisik. Sebab, keberhasilan memperoleh anggaran dari pemerintah pusat baru merupakan satu tahapan. Ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah ketika ketiga jembatan selesai dibangun dan kembali memberikan manfaat bagi masyarakat Alor.+++
j.k/prokompimkabalor
