LEMBATA – WAKIL Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Frans Gewura mendampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, Yunus Takandewa, menyerap langsung keluhan warga Desa Lamawolo, Kecamatan Ile Ape Timur, terkait krisis air bersih dan minimnya sarana sekolah.
Aspirasi tersebut disampaikan warga saat kunjungan kerja Yunus Takandewa ke Lamawolo, salah satu desa yang terdampak erupsi Gunung Ile Lewotolok.
Warga menyebut, pasca erupsi, akses air bersih menjadi kesulitan utama. Selain sumber air yang tertutup material vulkanik, jaringan perpipaan juga rusak. Sementara itu, sarana sekolah yang ada belum memadai dan butuh perhatian serius agar proses belajar mengajar anak-anak tidak terganggu.
Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa mengatakan, kehadirannya di Lamawolo merupakan wujud nyata kepedulian PDI Perjuangan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“PDI Perjuangan hadir bukan hanya saat pemilu, tapi harus hadir saat rakyat dalam kesulitan. Keluhan soal air bersih dan sekolah ini akan kami bawa dan perjuangkan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi,” ujar Yunus.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lembata, Frans Gewura menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui fungsi legislasi dan penganggaran di DPRD.
“Kami di DPRD akan kawal. Air bersih adalah kebutuhan dasar, pendidikan adalah masa depan anak-anak Lamawolo. Negara tidak boleh absen,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Kunjungan tersebut diakhiri dengan dialog bersama warga dan peninjauan langsung kondisi sarana air dan sekolah di Lamawolo.
Hadir dalam diskusi tersebut Kepala Desa Lamawolo, Ketua Komite SDI Tokojaeng, toko masyarakat dan kader posyandu.
Anwar Wahang, Kepala Desa Lamawolo pada kesempatan itu membeberkan kondisi masyarakat di lokasi relokasi Tanah Merah.
Ia mengungkapkan, masyarakat Lamawolo sekalipun sudah direlokasi tetapi mata perncaharian berkebun dan melaut masyarakat kembali berkebun di desa lama.
Pada kesempatan itu, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait lembaga pendidikan SDI Tokojaeng yang masih menggunakan gedung yang sama dengan SDI Hamahena.+++
sandro.wangak
