BRUSSELS – SEMARAK perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussels, Senin (17/8/2026), diwarnai nuansa haru sekaligus solidaritas.
Di sela riuh tarian dan lagu kebangsaan, komunitas Flobamora — sebutan bagi warga asal Flores, Sumba, Timor, dan sekitarnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) — membuka Poskos Peduli Korban Bencana untuk menggalang bantuan bagi korban gempa yang melanda tanah kelahiran mereka.
Kemeriahan HUT RI di Brussels
Perayaan kemerdekaan tahun ini kembali menyatukan warga Indonesia di Belgia dalam suasana penuh kebanggaan.
Ratusan warga tumpah ruah memenuhi halaman kantor kedutaan, mengikuti rangkaian acara yang dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari penjuru Nusantara.
Turut hadir memeriahkan suasana adalah Abang dan None Jakarta, yang tampil membawa sentuhan khas Betawi di tengah perayaan lintas budaya tersebut. Kehadiran mereka menambah warna keberagaman yang menjadi ciri khas komunitas diaspora Indonesia di Eropa.
Flobamora Tampilkan Tenun Ikat Sumba dan Tari Jai
Di antara berbagai penampilan, warga Flobamora tampil dengan semangat membawakan tarian yang mengangkat kain tenun ikat khas Sumba serta tarian Jai, tarian tradisional asal Timor yang kerap ditampilkan dalam suasana kebersamaan dan syukur.
Penampilan ini menjadi bagian dari upaya komunitas Flobamora di Belgia untuk terus memperkenalkan kekayaan budaya, seni, dan hasil kreasi tanah NTT kepada masyarakat Indonesia maupun warga Belgia yang hadir.
Lewat gerak tari dan kain tenun yang dikenakan para penari, warga Flobamora ingin menunjukkan bahwa identitas budaya NTT tetap hidup dan dirawat, sekalipun jauh dari kampung halaman.
Poskos Peduli di Tengah Duka Gempa NTT
Namun perayaan yang identik dengan sukacita ini juga menyimpan momen reflektif. Bersamaan dengan rangkaian acara HUT RI, komunitas Flobamora membuka Poskos Peduli Korban Bencana sebagai bentuk kepedulian terhadap korban gempa yang melanda Flores, NTT.
Warga Indonesia maupun warga Belgia yang hadir dalam perayaan tersebut menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa Flores, sekaligus doa agar keadaan di wilayah terdampak segera pulih. Sumbangan yang terkumpul di poskos tersebut rencananya akan disalurkan langsung kepada para korban gempa, dan penyalurannya akan dilaporkan secara resmi kepada Duta Besar RI untuk Belgia dan Luksemburg.
Koordinator Flobamora Belux, Jacobus Tipo, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak kedutaan maupun warga yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana ini.
“Terima kasih kepada Bapak Dubes yang sudah memfasilitasi Posko Peduli Korban Bencana, dan terima kasih kepada warga yang telah memberikan donasi untuk para korban,” ujar Jacobus.
Doa dari Negeri Rantau
Di penghujung perayaan yang sarat makna ini, warga Flobamora dan seluruh komunitas Indonesia di Belgia menitipkan doa dari negeri rantau: semoga wilayah terdampak gempa di NTT segera pulih, warga yang kehilangan tempat tinggal dapat kembali membangun rumah mereka, dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal kembali seperti sedia kala.
Peringatan HUT RI ke-81 di Brussels pun menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian warga Indonesia tidak lekang oleh jarak, bahkan ketika mereka berada ribuan kilometer dari tanah air.
Laporan Lud komunitas Flobamora Belux, Brussels
