Ini Kurang, Tapi Tidak untuk Main-Main

suluhnusa.com_Pasar Nyanggelan merupakan pasar desa yang cukup potensi dikembangkan sejajar dengan pertumbuhan perekonomian Kota Denpasar, baik aspek fisik maupun komponen pelaku perekonomian di dalamnya.

Sekedar tahu bahwa Panjer adalah salah satu wilayah di daerah penyanggah pembangunan kota, yang cukup strategis dipandang dari segala sudut. Dekat dengan pusat pemerintahan, banyak lembaga pendidikan lanjutan dan berada pada pusat bisnis Denpasar. Bukan hanya di pusat bisnis perkotaan tetapi Pasar Nyanggelan dinilai memenuhi syarat untuk mendapat dana dari program revitalisasi pasar tahun 2013, sebanyak Rp. 5 milyar. Luar biasa…!

Ditemui suluhnusa.com , di kantornya Kepala Pasar Nyanggelan-Panjer I Wayan Darmana, S.Pt membenarkan hal tersebut. Bahwa pihaknya bersama Disperindag Kota Denpasar merancang proposal yang dikirim ke Jakarta pada 2011 lalu dengan pagu dana 6,5 milyar. Akan tetapi berbagai pertimbangan Pemerintah Pusat memberikan dana Rp. 5 milyar. “Memang ini kurang. Tetapi kami merasa bersyukur karena bisa dapat dana ini untuk melakukan pembenahan fisik di pasar Nyanggelan,” ungkap Darmana.

Dalam rancangan, demikian Darmana, pembenahan los pedagang menjadi prioritas berikut fasilitas penunjang. “Kami akan mengganti kontruksi losnya dengan menggunakan baja. Juga ada fasilitas penunjang misalnya, setiap los ada wastafel, saluran air, areal pembeli. Kebutuhan fasilitas dirancang berdasarkan kelompok pedagang yang ada di sini (Pasar Nyanggelan-red),” ungkapnya.

Disinggung soal bantuan pemerintah sebelumnya, Darmana menjelaskan, pada tahun 2009 pihaknya mendapat dana APBD II Kota Denpasar untuk program yang sama berjumlah Rp. 135 juta diikuti tahun 2010 sebanyak Rp. 88 juta.

Terkait dengan dana dari APBN pada tahun 2013 Darmana menuturkan pihaknya akan menjaga kepercayaan pemerintah Kota Denpasar yang sudah memperjuangkan dana dari APBN ini dengan cara mengelolah dana tersebut sesuai dengan peruntukan.

Dari perencanaan induk Pasar Nyanggelan demikian I Wayan Darmana yakni pembenahan dan rehabilitasi fisik bangunan Pasar Nyanggelan; pembenahan lahan parkir dan pedagang kaki lima/kecil serta jalan dan drainase lingkungan pasar.

Program ini diharapkan mampu menumbuhkan minat masyarakat untuk berbelanja ke Pasar Tradisional Nyanggelan. Pasalnya, pendapatan setiap tahun selalu menjadi target. Contoh, pada tahun 2012 lalu pihaknya menargetkan pendapatan sebesar Rp. 200 juta terrealisasi Rp. 300 juta lebih.

“Untuk tahun ini kami menaikan sedikit target tetapi labanya pasti turun mengingat sedang dilakukan pembenahan fisik,” demikian Darmana seraya memohon dukungan dari berbagai pihak dalam menyukseskan program revitalisasi pasar yang saat ini sedang dalam pengerjaan fisik. Pasalnya uang senilai Lima Miliar untuk Nyanggelan bukan sekedar main-main alias ujicoba.(sandro wangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *