ADONARA — Uskup Jayapura, Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You, menghadiri puncak perayaan syukur 25 tahun Kongregasi Suster DST di Wawerang, Kabupaten Flores Timur, Selasa 7 Juli 2026.
Selama berada di Waiwerang, Mgr. Yanuarius mengikuti seluruh rangkaian perayaan Yubileum Perak Kongregasi Suster DST yang berlangsung sejak 4 Juli 2026. Puncak perayaan dilaksanakanmelalui Perayaan Ekaristi di Biara Damai Kongregasi Suster DST di Waiwerang yang dipimpin langsung oleh Uskup Jayapura, didampingi Uskup Larantuka, Yohanes Hans Monteiro.
Salah seorang suter Kongregasi Suster DST di Wawerang, Sr. Shinta Witak, DST, kepada media mengatakan kehadiran Mgr. Yanuarius merupakan bentuk dukungan dan kebersamaan Gereja atas perjalanan seperempat abad karya Kongregasi Suster DST.
“Mgr. Yanuarius sudah berada di Wawerang sejak 4 Juli 2026. Beliau hadir untuk merayakan bersama syukur 25 tahun Kongregasi Suster DST, dan pada 7 Juli memimpin langsung Perayaan Ekaristi puncak yang juga disambut dan didampingi Uskup Larantuka ,” ujar Sr. Shinta Witak, DST.
Kongregasi Suster DST merupakan singkatan dari Kongregasi Murid-Murid Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus (Disciples of St. Therese of the Child Jesus), sebuah tarekat religius perempuan yang menghayati spiritualitas Santa Theresia dari Lisieux melalui semangat melakukan hal-hal kecil dengan kasih yang besar. Selama 25 tahun, kongregasi ini mengabdikan diri dalam pelayanan pendidikan, pastoral, dan karya sosial kemasyarakatan di berbagai wilayah.

Usai mengikuti perayaan syukur tersebut, Mgr. Yanuarius melanjutkan perjalanan pastoral ke Kabupaten Lembata Rabu 8 Juli 2026. Kedatangannya di Lewoleba dikonfirmasi oleh Pater Trasis Lengari, OFM.
“Iya, Bapak Uskup Jayapura tadi tiba di Lewoleba setelah menghadiri perayaan syukur 25 tahun Kongregasi Suster DST di Wawerang sehari sebelumnya,” kata Pater Trasis saat dikonfirmasi, Rabu.
Menurut Pater Trasis, selama berada di Lewoleba Lembata, Uskup Jayapura akan mengunjungi keluarga dua imam OFM asal Lembata yang saat ini menjalankan pelayanan di Keuskupan Jayapura. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian pastoral seorang uskup kepada para imam beserta keluarga mereka yang selama ini memberikan dukungan bagi karya pelayanan Gereja.
Selain mempererat tali persaudaraan dengan keluarga para imam, kunjungan itu juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara Keuskupan Jayapura dengan umat dan komunitas religius di Nusa Tenggara Timur yang selama ini turut mengambil bagian dalam pelayanan Gereja, termasuk di Tanah Papua.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mgr. Yanuarius dijadwalkan berada di Lembata selama beberapa hari sebelum kembali ke Jayapura pada 13 Juli 2026.+++
goe/sandro.wangak
