KUPANG, SD Inpres Naimata berkomitmen melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari pendidikan karakter dan budaya bagi peserta didik. Pada tahun ajaran baru 2026/2027, sekolah tersebut akan menggalakkan kembali permainan lempar kemiri di lingkungan sekolah.
Kepala SD Inpres Naimata, Martinus Klau, mengatakan permainan rakyat dan olahraga tradisional perlu diperkenalkan dan dibiasakan kembali kepada anak-anak di tengah perkembangan teknologi dan permainan digital yang semakin mendominasi keseharian mereka.
“Pada tahun ajaran baru 2026/2027, kami akan programkan dan mengaktifkan kembali permainan lempar kemiri bagi siswa-siswi SD Inpres Naimata. Selain itu, permainan rakyat dan olahraga tradisional lain seperti tali merdeka dan kelereng juga akan terus dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan anak-anak di sekolah,” ujar Martinus, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut mantan guru olahraga itu,, permainan tradisional tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga melatih keterampilan motorik, ketangkasan, kerja sama, sportivitas, serta mempererat hubungan sosial antar siswa.
Dukungan terhadap program tersebut datang dari Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Nusa Tenggara Timur. Ketua KPOTI NTT, Sandro Wangak, melalui Ketua KPOTI Kota Kupang, Goris Takene, menyampaikan apresiasi atas gagasan yang dinilai inovatif dan berpihak pada pelestarian budaya lokal.
“Gagasan Kepala SD Inpres Naimata merupakan ide yang sangat baik dan patut didukung. KPOTI siap memberikan dukungan agar permainan tradisional seperti lempar kemiri, tali merdeka, dan kelereng tetap dikenal serta dimainkan oleh generasi muda,” kata Goris.
Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan permainan tradisional yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan di sekolah, anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga diperkenalkan pada nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghidupkan kembali permainan tradisional di kalangan pelajar sekaligus memperkuat kecintaan anak-anak terhadap warisan budaya daerah.
max.milano/goe
