Petuntawa Jadi Tuan Rumah Musyawarah Adat Ile Ape

Konsesus ini sebagai penegasan identitas adat masyarakat ili aleng gole

LEWOLEBA – MASYARAKAT adat di dua Kecamatan  Ile Ape dan Ile Ape Timur menggelar konsesus adat untuk menyamakan berbagai aturan dalam urusan adat masyarakat di dua kecamatan tersebut selama dua hari, 29 – 30 April 2026.

Dan Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape menjadi tuan rumah.

Kegiatan konsesus adat ini tidak untuk merubah substansi tradisi tetapi menyepakati kembali warisan yang selama ini dijalankan.

Camat Ile Ape, Laurensius Manuk menjelaskan, konsesus adat masyarakat Ile Ape dan Ile Ape Timur ini bermula dari kesadaran kolektif untuk memperjelas tradisi warisan leluhur.

“Ini semangat pembaharuan. Konsesus adat ini bukan muncul tiba tiba. Berproses selama dua tahun. Mengumpulkan referensi dari berbagai sumber pemuka adat dan menyalin kembali Koda leluhur terkait semua trad.isi yang berlaku di masyarakat adat Ile alen gole”, ungkap Camat Ile Ape Laurensius Manuk.

Menurut Manuk, semangat pembaharuan ini bukan untuk merubah tradisi dan adat tetapi memperjelas pemahaman bersama agar dalma penerapan tidak multi tafsir.

Lebih jauh Manuk menjelaskan, konsesus ini tidak mengaburkan atau menghilangkan identitas adat Ile ape dan Ile ape timur.

“Konsesus ini sebagai penegasan identitas bahwa masyarakat yang mendiami ili aleng gole adalah masyarakat yang hidup menyatu dengan tradisi budaya dan adat”, tegasnya.



Sementara itu, Kepala Desa Petuntawa,  Wilhelmus Y. Langoday mengungkapkan konsesus adat yang dilaksanakan di Desa Petuntawa menjadi catatan sejarah.

“Desa Petuntawa bukan sekedar letaknya yang strategis tetapi menyimpan banyak sejarah antara dua komunitas besar di Ile ape dan Ile Ape Timur yaitu Komunitas Lewotolok Nepaulun dan Komunitas adat Lewuhala-Lamarian. Petuntawa menjadi daerah penjaga batas antara dua komunitas adat ini”, ungkap Willy Langoday.

Willy menjelaskan sebagai Kepala Desa dirinya bersama masyarakat Petutawa Riangbao merasa bersyukur sekaligus mengucapkan terimaksih kepada Camat Ile Ape Laurens Manuk dan Camat Ile Ape Timur Nikolaus Ola Warung yang sudah menginisiasi kegiatan ini.

Hasil musyawarah ini diharapkan menjadi pedomaan dan menyamakan persepsi agar tidak lagi ada multi tafsir dalam urusan tradisi dan budaya di Ili Aleng Gole (Ile Ape dan Ile Ape Timur).

Hadir dalam musyawarah adat tersebut 26 Kepala Desa, Ketua BPD dan Lembaga adat se Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Hadir juga Pastor Paroki Tokojaeng dan KUA Ile Ape+++


sandro.wangak


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *