suluhnusa.com_Dengan Visi untuk Setiap anak hidup utuh sepenuhnya doa kami untuk setiap hati tekad untuk mewujudkannya, Wahana Visi Indonesia (WVI) khusus Area Development Program (ADP) Kabupaten Flores Timur, sudah sangat sering melakukan kegiatan pelatihan dengan sasaran pada anak- anak di sekolah binaan yang tersebar di sekian sekolah di Kabupaten Flores Timur.
Wahana Visi Indonesia (WVI) area Development Program (ADP) Kabupaten Flores Timur, pada Kamis 18 September hingga 21 September 2014 melaksanakan kegiatan pelatihan Jurnalistik dengan melibatkan delapan (8) sekolah di empat (4) kecamatan berbeda pada sekolah – sekolah di wilayah dampingan WVI Area Kabupaten Flores Timur.
Kegiatan Pelatihan Jurnalistik yang direncanakan berlangsung empat (4) hari dari kamis 18 september hingga Minggu 21 September 2014 ini melibatkan delapan sekolah di empat kecamatan berbeda, diantara SMP Negeri Satu Atap Riangpuho, SMP Negeri 01 Tanjung Bunga dari Kecamatan Tanjung Bunga, SMP Swasta Tuakepa, SMP Negeri Lewolaga, SMP Negeri 02 Wulanggitang dari kecamatan Titehena, SMP Negeri Satu Atap Nobo dari kecamatan Ile Bura, dan SMP Negeri 01 Wulanggitang, SMP Negeri 03 Wulanggitang dari Kecamatan Wulanggitang.
Masing – masing sekolah mengutus perwakilan tiga (3) orang dari Pengurus OSIS didampingi oleh satu orang guru yang berlatar ilmu Bahasa Indonesia, juga Pembina OSIS. Kurang lebih 24 siswa dan delapan pendamping terlibat pada kegiatan yang ada.
Kegiatan dibuka langsung oleh Andries Kooswinanto Manager WVI area Development Program (ADP) Flores Timur pada kamis 18 September 2014, pukul 20.00 Wita di aula Biara Saron Sandominggo Larantuka.
Andries Kooswinanto dalam sambutan membuka kegiatan mengatakan bahwa pelatihan Jurnalistik untuk anak – anak adalah sebuah hal yang penting. Mengapa, sesuatu yang baik perlu anak –anak dapatkan untuk visi kesehjateraan anak- anak Flores Timur.
Menulis adalah sebuah pekerjaan yang sangat mulia dan bermanfaat positif untuk kepentingan bersama. Anak-anak generasi muda sejak dini perlu dilatih untuk menulis, karena dengan menulis kita bisa merubah dunia.
Lebih lanjut Manager WVI ADP Flotim yang berasal dari Solo ini, mengatakan bahwa selain prestasi akademik formal yang didapatkan di sekolah, anak –anak juga harus bisa berprestasi dibidang lain sesuai dengan bakat yang dimiliki salah satunya adalah dengan menulis.
Kami telah memberikan ruang untuk adik – adik berporoses, dengan harapan semoga adik- adik bisa memanfaatkan ruang ini untuk sebuah pembelajaran bermanfaat yang bisa dibawah pulang kesekolah masing – masing.Tujuan yang paling sederhana dari kegiataan Pelatihan jurnalistik ini adalah adik- adik pulang bisa menghidupkan majalah dinding (Mading) di sekolah masing – masing, kata Adries yang sudah dua tahun ini bertugas di Kabupaten Flores Timur.
Yosep Bluta Hadjon, S.Fil mantan wartawan Flores Pos 2005-2008 yang juga sebagai fasilatator dalam banyak pelatihan Jurnalistik untuk anak, baik SMP dan SMA, juga untuk guru – guru di Kabupaten Flores timur dalam kesempatan membawakan materi, banyak memberikan motivasi – motivasi dalam merangsang anak untuk tertarik dengan aktivitas menulis.
Diawal pemaparan materi, anak- anak di berikan kesempatan untuk membaca beberapa contoh berita di koran dan tabloid yang sudah disiapkan oleh pemateri, selanjutnya anak- anak diberikan kesempatan untuk shering pengalaman tentang keberadaan majalah dinding (Mading) dilanjutkan pemaparan materi dasar jurnalistik, dan belajar menulis berita sederhana. Pemateri merangsang peserta dengan memberikan pertanyaan – pertanyaan kepada peserta juga berdiskusi dalam kelompok. Pantauan penulis, peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik ini.
Salah satu peserta kegiatan Yohanes Sogen Pengurus OSIS dari SMP Negeri 03 Wulanggitang di selah- selah kegiatan mengatakan bahwa, pelatihan Jurnalistik merupakan kegiataan yang sangat bermanfaat. Bagi saya pelatihan ini sangat bermanfaat.
“Saya berharap semoga dengan mengikuti kegiatan ini, sepulangnya nanti di sekolah, saya bisa membagikan pengalaman kepada teman- teman” ungkapnya. (maksimus masan kian)
