Inovasi New Normal di Pasar Tradisional dari Kabupaten yang Bupatinya disebut Bodoh Dihargai 3 Milyar

MEDIA WLN – Satu dari dua video yang dikirim oleh Kabupaten yang Bupatinya dicap bodoh saat masa pandemic Covid 19 mendapat penghargaan tingkat nasional. Dari 22 Bupati/Walikota Gubernur Nusa Tenggara Timur hanya menyebut Bupati Lembata sebagai Bupati bodoh saat menerapkan kebijakan terkait pencegahan covid 19 di Kabupaten Lembata.

Walau dibilang bodoh, Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur tidak tersinggung. Bahkan dirinya bersama tim Satgas Covid 19 dan Kominfo Kabupaten Lembata dibantu Jurnalis Lembata, membuktikan diri dengan kerja cerdas.

Pasalnya, dari dua konten Video yang  dikirim untuk mengikuti lomba inovasi Daerah menjelang New Normal yang diselenggarakan Kementrian Dalam Negeri, salah satunya mendapat peringkat I tingkat nasional menyingkirkan ratusan konten video dari Kabupaten/Kota dan Provinsi lain seluruh Indonesia.

“Ahh Gubernur itu kawan saya. Saya kenal baik. Biarkan saja saya dibilang bodoh. Tapi sesudah itu Gubernur bilang, lebih baik jadi orang bodoh dari pada menjadi orang penakut,” ungkap Bupati Eliazer Yentji Sunur, dalam berbagai kesempatan dan ditegaskan lagi usai mengikuti zoom meeting penyerahan anugerah Inovasi Daerah New Normal dari Kemendagri di Kuma Resort, 22 Juni 2020.



Bupati Lembata, bahkan mengungkapkan, prestasi inovasi daerah yang didapat oleh Pemerintah Kabupaten Lembata, bukan saja menjadi prestasi daerah Kabupaten Lembata, tetapi menunjukkan wajah provinsi Nusa Tenggara Timur di tingkat Nasional.

Dari 22 Kabupateb Kota yang mengikuti loma Inovasi Daerah New Normal dari Kemendagri, hanya dua Kabupaten di NTT yang mendapat penghargaan yakni Kabupaten Lembata dan Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Ini bukan hanya prestasi Lembata saja tetapi prestasi Pemerintah NTT juga. Kan semua kabupaten/kota se NTT ikut, hanya Lembata dan Sumba Barat Daya yang mendapat penghargaan. Ini prestasi kita bersama. Kan ini juga andil dan dukungan dari teman teman media juga kan,” ungkap Sunur.

Lembata, berdasarkan penilaian tim juri mendapat penghargaan Inovasi New Normal Sektor Pasar Tradisional Klaster Daerah Tertinggal. Satgas Kabupaten bersama Satgas Desa, Kecamatan, media dan Kominfo Lembata serius berkampanye penerapan New Normal di semua sektor sampai ke desa desa termasuk Pasar Tradisional, Pasar Barter Wulandoni.

“Sebenarnya ada dua pasar tradisional yang kita kirim. Pasar Barter Wulandoni dan Pasar Walangsawa. Pasar Walangsawa kita terlambat kirim. Dan satu lagi sektor pariwisata tetapi tidak masuk nominasi. Sektor Pasar tradisional kita juara 1. Hadianya 3 milyar. Sektor pariwisata kita kirim Pantai Lewolein” ungkap Bupati Lembata.

Lebih jauh dia menjelaskan, konten pasar tradisional menjadi andalan karena kearifan lokal Lembata yang tidak dimiliki daerah lain.

“Kearifan lokal ini kita pertahankan. Pasar Barter Wulandoni itu kearifan lokal tentang mata rantai ekonomi yang akan tetap dipertahankan. Kan itu satu mata rantai ekonomi. Orang Lamalera, pergi menangkap ikan dan menukar dengan hasil bumi di Wulandoni dengan sistem Barter di Pasar Wulandonoi. Ini satu mata rantai pertukaran ekonomi secara tradisional. Kearifan lokal yang tidak dimiliki oleh daerah lain,” ungkap Sunur.

Sementara SBD mendapat penghargaan Inovasi New Normal Sektor Pariwisata Perhotelan Klaster Daerah Tertinggal.

Dilansir dari laman Kemendagri, lomba Inovasi Daerah Penyiapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19, yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah sampai pada tahap penilaian. Ketua Tim Penilai, Tumpak H Simanjuntak yang juga Irjen Kemendagri menyampaikan, Penilaian lomba mulai dilakukan sejak tanggal 18 Juni 2020 bertempat di Aula Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP Kemendagri), Kamis, 18 Juni 2020.

Tim penilai terdiri dari pejabat terkait dari Kemendagri, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta Gugus Tugas Covid-19.

Tim penilai akan menentukan juara 1 sampai 3 pada masing-masing sektor yang terbagi dalam empat klaster, yakni klaster provinsi, kabupaten, kota, dan daerah tertinggal. Ada tujuh sektor yang dilombakan, di antaranya pasar tradisional, pasar modern/mal atau minimarket dan supermarket, hotel, restoran, tempat pariwisata, transportasi umum, serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Dengan jumlah itu, total pemenang lomba sebanyak 84.

Plt. Kepala Badan Litbang Kemendagri, Agus Fatoni, selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa pengumuman dan penganugerahan pemenang lomba inovasi daerah dilaksanakan pada hari Senin, 22 Juni 2020 di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri. Gubernur, Bupati/Walikota pemenang pertama pada masing-masing sektor diundang pada acara tersebut. Kegiatan ini dapat diikuti secara virtual melalui zoom meeting dan youtube Kemendagri.

Tim penilai akan menentukan juara 1 sampai 3 pada masing-masing sektor yang terbagi dalam empat klaster, yakni klaster provinsi, kabupaten, kota, dan daerah tertinggal. Ada tujuh sektor yang dilombakan, di antaranya pasar tradisional, pasar modern/mal atau minimarket dan supermarket, hotel, restoran, tempat pariwisata, transportasi umum, serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Dengan jumlah itu, total pemenang lomba sebanyak 84.

Plt. Kepala Badan Litbang Kemendagri, Agus Fatoni, selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa pengumuman dan penganugerahan pemenang lomba inovasi daerah, Senin, 22 Juni 2020 di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri. Gubernur, Bupati/Walikota pemenang pertama pada masing-masing sektor diundang pada acara tersebut. Kegiatan ini dapat diikuti secara virtual melalui zoom meeting dan youtube Kemendagri.

Selain mendapat piagam penghargaan, setiap pemenang juga mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dengan jumlah total 164 Milyar rupiah pada 7 sektor, yaitu pasar tradisonal, pasar modern, hotel, rumah makan, PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) tempat wisata, transportasi umum. Pemenang pertama mendapatkan 3 Milyar, pemenang kedua 2 Milyar dan pemenang ketiga mendapatkan 1 M pada setiap sektor dan masing-masing klaster.

Penganugerahan lomba inovasi daerah direncanakan akan dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, membuka acara sekaligus memberi pengarahan kepada pemerintah daerah. ***

sandrowangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *