LEWOLEBA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI Sederajat dan SMP/MTS sederajat Tahun 2026.
Pelaksanaan TKA tahun ini mencatat tingkat partisipasi nasional yang sangat tinggi dengan 98,12 persen murid berhasil mengikuti asesmen pada jadwal utama.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa TKA menghasilkan big data pendidikan skala nasional yang kaya, strategis serta terpetakan hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, satuan pendidikan, bahkan kategori kompetensi peserta didik.
“Pemetaan mutu ini menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis data, mengidentifikasi wilayah yang perlu penguatan, serta memastikan kebijakan dibangun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Toni.
Untuk tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Lembata masuk sepuluh besar dari 21 Kabupaten Kota se NTT.
Senada dengan Toni, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Website O. Pukan, mengatakan, TKA bukan alat untuk memberi label kepada daerah, sekolah, maupun murid. Ia juga menilai hasil TKA memberikan sinyal penting terkait penguatan kemampuan bernalar dan pemecahan masalah, khususnya pada mata pelajaran Matematika.

Menurut Wens Pukan, Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 merupakan instrumen penting dalam memetakan kemampuan akademik peserta didik secara objektif dan terstandar pada jenjang pendidikan dasar.
Hasil TKA menjadi salah satu indikator untuk mengukur efektivitas pembelajaran sekaligus menjadi dasar dalam perumusan kebijakan peningkatan mutu pendidikan.
Ia menjelaskan, merdasarkan hasil TKA Tahun Akademik 2026/2027 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Lembata menunjukkan capaian yang cukup membanggakan. Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), mata pelajaran Bahasa Indonesia berhasil meraih peringkat ke-3 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Sementara mata pelajaran Matematika berada pada peringkat ke-7 tingkat provinsi. Capaian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi peserta didik SD di Kabupaten Lembata berada pada kategori yang kompetitif dibandingkan 21 kabupaten/kota lainnya di Provinsi NTT.
“Keberhasilan mata pelajaran Bahasa dan Sastra menduduki peringkat ke-3 merupakan bukti nyata bahwa upaya penguatan literasi melalui pembelajaran program Reading Camp-membaca, menulis, memahami, dan mengapresiasi bahasa telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi peserta didik*, ungkap Wens Pukan.
Pada aspek numerasi, jelas Wens Ose, capaian Matematika yang berada pada peringkat ke-7 tingkat provinsi menunjukkan bahwa kemampuan berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah peserta didik terus mengalami perkembangan.
Namun demikian, hasil ini juga menjadi bahan refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk semakin memperkuat pembelajaran numerasi melalui strategi pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Sementara itu, pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Kabupaten Lembata berhasil menempati peringkat ke-6 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Capaian ini menunjukkan konsistensi mutu pendidikan dasar di Kabupaten Lembata serta menjadi indikator bahwa proses pembelajaran pada jenjang SMP telah berjalan dengan baik dan menghasilkan kompetensi akademik yang mampu bersaing di tingkat provinsi.
“Prestasi yang diraih pada kedua jenjang pendidikan tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, hingga masyarakat. Capaian ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat literasi dan numerasi, serta mengoptimalkan program pendampingan akademik di seluruh satuan pendidikan”, tegas Pukan.
Dinas pendidikan telah melakukan terobosan pra Pelaksanaan TKA yakni melakukan pelatihan penyusunan Kisi – Kisi soal kedua Mapel dengan Narsum ke 4 guru yang mengikuti pelatihan penyusunan soal oleh Kementerian pendidikan.

Selain itu juga ada giat lanjutan yakni Try Out dan Remedial.
Untuk kedepan Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pendidikan akan terus melakukan berbagai upaya strategis, antara lain penguatan kompetensi guru, pelaksanaan asesmen dan try out secara berkala, pengembangan komunitas belajar, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta penguatan budaya literasi dan numerasi.
Ia berharap, dengan langkah-langkah tersebut diharapkan capaian TKA Kabupaten Lembata pada tahun-tahun mendatang dapat meningkat dan menempatkan Kabupaten Lembata sebagai salah satu daerah dengan mutu pendidikan terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Wens Pukan lalu menyampaikan atas capaian yang telah diraih, disampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh satuan pendidikan, guru, peserta didik, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Lembata. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus bergerak bersama mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua.+++
sandro.wangak
